Pengembangan Parawisata Kota Mojokerto, Disporapar Promosikan Wisata Sejarah dan Susur Sungai Ngotok

Pengembangan Parawisata Kota Mojokerto, Disporapar Promosikan Wisata Sejarah dan Susur Sungai Ngotok

MOJOKERTO, (majanews.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto menggelar sarasehan pengembangan pariwisata bersama awak media dan akademisi Universitas Brawijaya untuk menggali ide dan inovasi promosi wisata Daerah. Berlangsung di Pendopo Pemkot Mojokerto. Pada Senin (16/3/2026).

Ani Wijaya, SE, MM, Kepala Disporapar Kota Mojokerto menegaskan, Dalam kegiatan sarasehan pengembangan pariwisata ini disampaikan beberapa materi antara lain.

“Sistem informasi terpadu mojo tourism information (MTI) merupakan sebuah platform digital yang sedang dalam proses pengembangan aplikasi untuk menyediakan informasi pariwisata,” tandas Ani panggilan akrabnya saat didepan puluhan awak media.

Masih dikatakan, kota mojokerto secara terpadu dan mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. sistem ini direncanakan memuat berbagai informasi penting seperti destinasi wisata, agenda event pariwisata, kuliner khas daerah, akomodasi.

“Paket wisata, serta layanan informasi pariwisata lainnya, pengembangan mti diharapkan dapat menjadi sarana penguatan promosi pariwisata berbasis digital sekaligus mempermudah wisatawan dalam memperoleh informasi yang lengkap, akurat, dan terbaru mengenai potensi pariwisata di kota mojokerto,” sambungnya.

Lebih lanjut, ke depan, platform ini juga diharapkan menjadi bagian dari pengembangan layanan tourist information system (TIS) yangterintegrasi dengan pelayanan informasi pariwisata daerah.

Selain itu, dalam sarasehan tersebut juga dipaparkan hasil kajian pengembangan profil destinasi wisata strategis oleh tim kajian dari universitas brawijaya dimana untuk penyusunan prospektus dalam rangka memberikan info yang efektif efisien sebagai bahan pertimbangan kepada investor dan kreditor.

(Baju putih) Ani Wijaya, SE, MM, Kepala Disporapar Kota Mojokerto saat menjelaskan wisata kota Mojokerto, Senin (16/3/2026).

“Yaitu taman bahari majapahit dan pemandian sekarsari, sebagai penggerak pariwisata kota. Taman bahari majapahit dikembangkan sebagai kawasan wisata tepi sungai ngotok dengan konsep wisata edukatif bertema kejayaan maritim majapahit melalui atraksi susur sungai, amphitheater, agrowisata, camping ground, serta ruang kuliner dan ekonomi kreatif,” ujar Ani.

Sementara pemandian sekarsari, masih dikatakan Ani, merupakan ikon wisata legendaris yang direvitalisasi sebagai rekreasi air perkotaan dengan dukungan landmark menara tribhuwana tunggadewi dan fasilitas olahraga renang. dari sisi potensi pengembangan, aksesibilitas ,unique selling point (USP) analisis ekonomi.

“Peluang investasi dan skema kerja sama dengan pemerintah, serta roadmap pengembangan 2025–2030,” pungkas Ani.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan forum diskusi bersama insan media ini bertujuan menggali berbagai gagasan dalam mengembangkan potensi wisata Kota Mojokerto agar semakin dikenal dan menarik wisatawan dari luar daerah.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam mempromosikan potensi wisata daerah. Dengan promosi yang masif diharapkan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Mojokerto meningkat dan berdampak pada perekonomian daerah.

“Melalui forum ini kami ingin mendapatkan berbagai masukan dan ide dari rekan-rekan media, bagaimana potensi wisata di Kota Mojokerto bisa dikemas lebih menarik sehingga mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah,” ujar Ning Ita panggilan akrabnya.

Ning Ita menambahkan meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata tetapi juga dapat mendorong tingkat hunian hotel serta meningkatkan aktivitas pusat oleh-oleh dan pusat perbelanjaan yang menjual produk khas Kota Mojokerto.

“Selain itu Kota Mojokerto memiliki sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan. Di antaranya wisata sejarah dan budaya seperti Galeri Presiden Soekarno,”pungkas Ning Ita.

Perlu diketahui, melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata kota mojokerto.dengan adanya kolaborasi tersebut diharapkan pariwisata kota mojokerto dapat terus berkembang, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(dak/adv-disporapar)