MOJOKERTO, (majanews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto melakukan betonisasi dan memperlebar Jalan Desa Modopuro-Laminggir dengan volume 5,50m x 300,00 meter dengan biaya Rp 1,258,801,000 miliar.
Pengerjaan itu dilakukan setelah DPUPR Kabupaten Mojokerto menerima banyak keluhan masyarakat karena sempitnya ruas jalan rusak dan berlubang hingga dinilai rawan kecelakaan.
Kabid DPU Bina Marga Kabupaten Mojokerto, Henri Surya mengatakan, jalan ini dibetonisasi dan diperlebar menjadi 6 meter sepanjang jalan Desa Modopuro-Laminggir.
“Pengerjaan ini kami lakukan karena banyak keluhan dari masyarakat. Terutama terkait jalan yang sempit berlubang hingga membuat rawan kecelakaan. Karena di sana memang banyak tikungan,” terang Henry panggilan akrabnya saat di kantor, pada Senin (15/6/2026).
Pengerjaan proyek infrastruktur, masih kata Henry, di antara tebing dan jurang itu tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar, karena jalur tersebut rawan terjadi longsor.
“Terutama saat musim penghujan tiba. Lantaran sejauh ini belum ada konstruksi penahan tebing yang dibangun di sepanjang jalur tersebut,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan, Pengerjaan betonisasi dan pelebaran jalan Modopuro-Laminggir aktivitas warga masih bisa melewati jalan yang di garap.

“Selama pengerjaan, masih bisa dilalui kendaraan umum. Namun, memang harus mengurangi kecepatan dan bergantian,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, manfaatkan kondisi existing saja, piahaknya merapikan tepinya saja tidak banyak mengurangi tebing. “Di situ kami lakukan pengerasan berem juda,” terang Henry.
Hanry juga merinci, proyek dengan anggaran Rp 1,258,801,000 miliar itu dimenangkan CV Lutfi Bangun Persada dan ditargetkan selesai 31 Oktober 2026.
“Kontraktor itu masih memberikan ruang bagi pengguna jalan walaupun harus bergantian,” imbuhnya.
Meskipun begitu, Kabig Binmarga juga menyebutkan jalan masih bisa dilalui, Namun, memang harus mengurangi kecepatan dan bergantian. Demikian tutup Hanry Surya Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Mojokerto tersebut.
Terpisah, Pak Cip panggilan akrab Mandor proyek tersebut menjelaskan, jalur penghubung Desa Modopuro-Laminggir ini baru mulai dikerjakan mas masih lima hari berjalan mangkanya kita kerjakan tanggul pembatas kita perkirakan sekitar satu bulanan selesai.
“Setelah itu baru kita lakukan pengecoran mas, karena jalan ini kan sempit jadi ini dilebarkan jadi enam meter,” jelasnya kepada awak media saat dilokasi proyek.
Ia juga menegaskan, namun yang urgensi tinggi untuk dibangun plengsengan dulu diselesaikan biar tidak terjadi longsor. Demikan pungkas mandor tersebut.(dak/adv)







