Tanpa Pelengkap Drainase, Jalan Rusak di Sukomoro Nganjuk Butuh Prioritas Penanganan Pembangunan Skala Ekstra

Tanpa Pelengkap Drainase, Jalan Rusak di Sukomoro Nganjuk Butuh Prioritas Penanganan Pembangunan Skala Ekstra

NGANJUK, (majanews.com) – Kondisi jalan berlobang dan penuh genangan air yang ada di wilayah Dusun Ganggangmalang Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, butuh penanganan secara ekstra. faktanya hingga saat ini memasuki tahun 2025 diduga belum pernah tersentuh perawatan akses jalan.

Pantauan media majanews.com, dilokasi terlihat akses jalan Dusun Ganggangmalang Desa Sumengko Sukomoro yang memiliki status jalan premier mempunyai kondisin sangat memperihatinkan, dan segera butuh penanganan.

Jalan yang memiliki sifat strategis sebagai akses mobilitas penghubung antar Kota dan Desa sangat di minati para pengguna jalan.l, selain itu juga sebagai aktivitas mobilitas para putra daerah penimba ilmu baik tingkat TK, SD,SMP maupun SMA, karena akses jalan Dusun Ganggangmalang satu satunya jalan yang strategis untuk menuju lokasi sekolah.

Supriatin, lelaki yang mengaku warga Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom mengeluh adanya jalan di dusun Ganggangmapang dirasa kurang nyaman.

“Memang seharusnya akses jalan dusun Ganggangmalang mendapat prioritas pembenahan jalan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, itu kalau musim penghujan hampir rata rata banjir,” keluh warga tersebut kepada majanews.com, Minggu (16/3/2025).

Masih kata warga, sehingga lubang jalan tidak tampak akibat air hujan, apa lagi tepat di badan jalan itu juga ada sekolahan SDN 4 Sumengko dan TK Dharma Wanita Sumengko, dan sekolahannya juga bersebelahan.

“Selain itu, sepanjang jalan Dsn Sumengko tidak ada saluran (drainase) pembuangan air, berati itu perlu ada dua pembangunan yaitu saluran air dan aspal jalan,” pungkasnya sambil menunjuk lubang jalan tepat di depan TK Dharma Wanita Sumengko.

Dihari lain, Suprapto, selaku Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) pengelolaan jalan dan jembatan, yang berkantor di jalan Dr Soetomo Kecamatan Tanjunganom saat dikonfirmasi majanews.com atas keluhan masyarakat akibat jalan berlobang mengatakan, sebenarnya jalan di Dusun Ganggangmalang tersebut juga bagian prioritas yang akan segera ia kerjakan tambal sulam.

“Tujuannya agar tidak ada jalan berlobang menjelang arus mudik lebaran hari Raya Idul Fitri 2025, sebenarnya kemarin juga mau di tambal. Tapi kita dari URCPJ terkendala adanya genangan air di akses jalan,” katanya, Senin (17/3/2025).

Masih dikatakan, air tersebut tidak bisa mengalir, sehingga kita dari URCPJ tidak bisa melanjutkan tambal sulam. Adanya air menggenang akibat di lokasi badan jalan baik sebelah kiri dan kanan jalan tidak ada drainase. selain itu bahu jalan lebih tinggi dari pada akses jalan.

Saat disinggung kuli tinta majanews.com , apakah kira kira akses jalan dusun Ganggangmalang butuh pembangunan drainase dari Pemerintah Daerah Nganjuk, Kepala UPTD menjawab, kalau kiranya Pemerintah bisa membangun artinya itu malah lebih baik.

“Selain itu untuk kebutuhan material tambal sulam jalan di UPTD, kami sampai hari lebaran masih sangat cukup untuk di pergunakan,” sambungnya.

Lebih lanjut , kita bekerja juga mematuhi instruksi dari Kepala Dinas DPUPR Kabupaten Nganjuk, dalam pembenahan untuk mengoptimalkan JKP 4 (Ruas jalan raya), dan jalan Sumengko itu masuk skala premier.

“Jadi jalan itu terbagi dari 4 golongan, yaitu JKP 4, Primer, Sekunder dan jiling S, di wilayah UPTD Tanjungpabon itu memiliki wilayah paling luas penanganan jalan di banding UPTD lainnya,” pungkas kKepala UPTD Tangunganom tersebut.(nyoto)