Proyek Drainase di Ngronggot Nganjuk Menuai Sorotan, Warga Berharap Inspektorat Segera Turun Tangan

Proyek Drainase di Ngronggot Nganjuk Menuai Sorotan, Warga Berharap Inspektorat Segera Turun Tangan

NGANJUK, (majanews.com) – Proyek pembangunan drainase di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menuai sorotan tajam dari warga setempat. Ironisnya pekerjaan proyek yang baru mencapai progres sekitar 90 persen tersebut diduga ditinggalkan oleh pihak rekanan tanpa ada kelanjutan pekerjaan.

Kondisi ini di jadikan sorotan keras oleh salah satu warga Desa Kaloran adanya ke khawatir jika proyek ini tidak segera diselesaikan, akan berdampak buruk pada tata kelola lingkungan dan infrastruktur Desa. Terlebih lagi musim hujan sudah mulai tiba.

Menurut warga setempat, mereka sangat kecewa dengan hasil pekerjaan dari pihak rekanan yang bekerja kurang maksimal, sejak minggu (30/11/2025) hingga hari ini selasa (02/12/2025) tidak ada aktivitas pengerjaan lanjutan, dan pekerjaan belum bisa dikatakan selesai secara maksimal. Padahal, proyek ini sangat penting untuk mengatasi masalah banjir di Desa.

“Dan kami menduga pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan prosedur,” ujar salah seorang warga Desa Kaloran yang enggan disebutkan namanya, pada Selasa (2/12/2025).

Warga juga berharap Inspektorat bisa segera turun tangan untuk melakukan sidak dan audit. “Kami ingin tahu, apa yang menyebabkan proyek yang belum selesai dengan sempurna namun, pekerjaan sudah terkesan ditinggal kan,” tegasnya.

Hasil investigasi majanews.com dilokasi pekerjaan Selasa (02/12/2025) menemukan, dibahu bagian kiri dan kanan drainase tidak dilakukan pengurukan, sehingga tanah dan drainase terlihat ada kerenggangan. Selain itu belum ada upaya perapian dan pemadatan tanah di sayap bagian kiri dan kanan drainase.

Selanjutnya juga tampak adanya sisa gunungan tanah bekas galian yang juga belum di rapikan. selain itu keraguan juga muncul tentang volume ukuran panjang drainase yang layak di pertanyakan, pasalnya dalam pekerjaan drainase tampak adanya U-Ditch bangunan lama yang tidak diikut sertakan kan dalam pembangunan baru.

Papan nama proyek tertera dilokasi

Adi Aparatur Sipil Negara (ASN) bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Nganjuk yang dipercaya sebagai menangani dan menghadapi aduan masyarakat saat dikonfirmasi majanews.com melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, Terima Kasih atas informasinya, Akan kami sampaikan kepada rekan rekan yang membidanginya, ungkap Adi dengan pesan singkat. Tulisnya, Selesa (2/12/2025).

Perlu diketahui, bahwa pekerjaan proyek sistem drainase tersebut telah menggunakan sumber dana APBD TA 2025 Dengan Besaran Biaya Rp.261.443.709 dengan waktu pelaksanaan 60 Hari Kalender, dibawah kinerja Kontraktor Pelaksana CV Jaya Sakti dan dibawah konsultan pengawas CV.Relasi Konsultan

Publik berharap, Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk turun tangan melakukan sidak dan mengaudit, Jika tidak, bukan hanya kwalitas dan mutu pekerjaan yang dirugikan, tapi juga kredibilitas Pemkab Nganjuk tercoreng dalam menyelenggarakan layanan pembangunan

Catatan Redaksi: majanews.com akan terus memantau perkembangan pembangunan drainase di Desa Kaloran Ngronggot setta membuka ruang hak jawab baik dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, kabid cipta karya dan Plt,Kepala Dinas PUPR , dengan cara menghubungi kami melalui kanal redaksi resmi atau email pengaduan: @majanews.com.(nyoto)