Kades di Nganjuk Resah dengan Oknum Yang Mengaku Lembaga, Terkabar Mereka Meminta Sejumlah Uang

Kades di Nganjuk Resah dengan Oknum Yang Mengaku Lembaga, Terkabar Mereka Meminta Sejumlah Uang

NGANJUK, (majanews.com) – Beberapa Kepala Desa (Kades) di Pemerintahan Daerah Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, akhir akhir ini mengaku resah, dikarnakan akibat ulah diduga mengaku sebagai oknum mengatas namakan lembaga, akibatnya Kades juga merasa tertekan dan tidak nyaman.

Hasil informasi yang dihimpun media majanews.com, keluhan ini terjadi bukan hanya dari salah satu Kepala Desa saja, namun beberapa kepala desa yang ada di seputaran Kecamatan Pace, Kecamatan Loceret, Kecamatan Baron, Kecamatan Kertosono dan Kecamatan Ngronggot mengalami hal serupa, kejadian yang di sampaikan para kepala desa hampir sama, mereka oknum yang mengaku lembaga melakukan tindakan tertentu yang menimbulkan ketidak nyamanan.

Seperti yang di ungkapkan oleh salah satu Kepala Desa yang ada di Kecamatan Ngronggot kepada majanews.com, minggu kemarin waktu ia bangun tidur Kades terkejut ketika membuka Hand Phon (Hp).

“Setelah pesan whatsapp saya buka ada tulisan mengatakan bahwa dalam penggunaan Dana Desa di Pemerintahan Desa saya katanya ada selisih pengunaan anggaran dengan nilai sebesar Rp.225.000.000 (Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta). sontak saya terkejut, lantas saya komunikasikan dengan perangkat desa kami, namun tidak ada anggaran yang menyebutkan selisih anggaran,” ungkap Kades, Sabtu (13/9/2025). Sembari berkata nama tidak mau dicatut

Masih kata Kades, lantas mereka yang mengaku dari lembaga Cyber yang katanya bukan dari Kabupaten Nganjuk, lantas saya undang untuk ke Kantor Desa, dengan tujuan klarifikasi, setelah itu mereka mengirim pesan lagi dengan meminta uang sebesar Rp.2.000.000 (dua juta rupiah).

“Serta menyertakan nomor rekening bank, lagi lagi saya jawab bahwa saya tidak punya uang sebesar itu, lalu mereka kembali membalas dengan menurunkan tawaran, akan tetapi tetap tidak saya kasih,” sambung Kades.

Lebih lanjut, karena memang kondisi saya sedang tidak ada uang, dan di pemerintahan desa saya tidak ada kelebihan anggaran seperti semua anggaran Dana Desa sudah terealisasi semua.

“Apa lagi seperti yang di sampaikan ada selisih sebesar Rp 225 juta, itu jelas gak benar,” pungkas Kades.

Hal senada juga terjadi di Pemerintahan Desa wilayah Kecamatan Kertosono, menurut sumber internal yang juga mengantongi bukti surat edaran sebagai permohonan klarifikasi, mereka mengaku dari perusahaan media dari luar daerah Nganjuk.

Menurutnya, pihak oknum itu membawa selembar kertas, dalam isi surat tersebut dengan tujuan mereka meminta dengan perihal lampiran Keterbukaan Informasi Publik yang bersifat penting ,dengan menyebutkan. bersama dengan ini kami meminta klarifikasi dan informasi yang kami butuhkan berdasarkan aduan masyarakat mengenai penyaluran Dana Desa, (sebut uraian di isi surat tersebut).

“Lalu saya sebagai warga desa mendapat kabar dari rekan saya, bahwa mereka juga meminta sejumlah uang, dengan menyebut angka sebesar Rp.2.000.000 (dua juta).” Katanya nama juga tidak mau ditulis.

Perlu diinformasikan, majanews.com akan terus berupaya ikut serta dalam memantau perkembangan situasi ini dan berusaha untuk mendapatkan informasi lanjut mengenai kejadian yang meresahkan tersebut, ikuti lanjutan berita dan menarik lainnya hanya di majanews.com.(nyoto)