NGANJUK, (majanews.com) – Nasib kurang beruntung menimpa akses jalan poros di Dusun Gabel, Desa Jetis, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, terkabar sudah 3 kali pergantian Bupati Pemerintah Daerah Nganjuk luput dari penanganan pembangunan jalan, akibatnya 18 tahun bernasib terkatung katung dan tidak jelas kapan dapat terealisasi pembangunan jalan.
Jaswadi, Kepala Desa Jetis Kecamatan Pace Nganjuk menuturkan, sudah tiga periode saya menjabat sebagai kepala desa, setiap tahun selalu kami usulkan pembangunan jalan melalui Musrenbang Kecamatan.
“Namun usulan tersebut tidak mendapat tanggapan hingga memasuki 2025 ini,” kata Jaswadi kepada majanews.com saat ditemui di kantornya.
Masih dikatakan Kades Jetis, selama ini masyarakat pengguna jalan banyak yang beranggapan jalan dusun gabel milik dan tanggung jawab pemerintahan desa, Padahal jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah kabupaten Nganjuk
“Kalau toh itu milik desa sudah dari dulu pasti kita bangun memakai Dana Desa (DD), akan tetapi itu bukan milik desa dan salah kalau desa membangun memakai dana desa,” keluh Kades.
Kami berharap pemerintah daerah, masih kata Kades, segera turun tangan, sudah terlalu lama warga menunggu perbaikan jalan ini. Akses jalan ini menghubungkan lima desa: Jetis, Gemenggeng, Pace Wetan, Joho, dan Sanan.
‘Adanya persoalan jalan rusak hampir dua dekade ini, majanews.com berusaha mengkonfirmasi Kepala Unit Reaksi Cepat Penanganan Jalan UPTD tanjunganom Nganjuk, orang nomor satu di UPTD Tanjunganom secara cepat dan tanggap merespon apa yang telah di jadikan konfirmasi, menurutnya : iya mas cobak besok biar di cek ke lokasi oleh team kami, mohon di tunggu biar di cek,” kata kepala URCPJ.
Dihari lain, Senin (19/05/2025) kepala UPTD kembali mengkonfirmasi majanews.com melalui sambungan pesan singkat (WhatsApp) dengan menulis, Waduh mas, itu kerusakannya sangat parah dan di luar kemampuan URCPJ.
“Cobak saya tak berusaha dulu bagaimana bisa membantu hal tersebut, mungkin yang bisa kami lakukan cumak sebatas membantu mengurug bagian lobang yang besar, yang jelas itu di luar kemampuan URCPJ, ” jelas nahkoda UPTD DPUPR Tanjunganom.
Sementara itu, Wariono lelaki pengguna jalan yang diduga juga warga sekitar desa Jetis kecamatan Pace saat di temui dilokasi dusun Gabel pada Senin (19/05/2025) mengatakan, “Biyuuh mas jalan Iki wis suwe rusak e, (jalan ini sudah lama rusaknya ) seingat saya sejak kepemimpinan Bupati Nganjuk tahun 2008 lalu sampai sekarang belum ada pembangunan,” keluhnya.
Saat disinggung majanews.com, apakah jalan gabel sering dilalui anak sekolah, Wariono menjawab, ya tiap hari pasti di lewati mas, anak sekolah yang ada di Gemenggeng dan Jetis kalau menuju ke SMPN 1 Pace dan SMAN 1 Pace pasti lewatnya juga sini.
“Pak Gunawan Widagdo yang sekarang menjadi kepala dinas PUPR, dulu pernah menjadi Camat Pace, seingat saya lo ya, saya agak lupa karena sudah lama,, beliau pak Gunawan Widagdo juga punya peran serta berdirinya SMAN 1 Pace ini, semoga dengan kondisi ini dan beliau sekarang juga menjabat sebagai kepala DPUPR, semoga bisa membantu untuk untuk mengusulkan jalan gabel ini,” punkasnya dengan. penuh harap.(nyoto)








