NGANJUK, (majanews.com) – Warga Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk khususnya di sekitar Jalan Cengok-Tanjungtani, telah mempertanyakan kelanjutan pekerjaan proyek pengaspalan jalan yang terkesan mangkrak. Pasalnya, material batu sudah diratakan sejak satu minggu lalu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan segera dilakukan upaya pengaspalan.
Fakta pantauan di lokasi, pada Selasa (9/12/2025) sesuai dengan pemasangan papan nama, bahwa proyek dengan nilai kontrak Rp 185.600.000,00 yang bersumber dari APBD Kabupaten Nganjuk T.A 2025 dan dikerjakan oleh CV. Gayung Emas dengan jangka masa waktu 31 hari. seharusnya sudah dilakukan pengaspalan jalan dan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.
Kendati demikian, upaya pengerjaan penempatan material batu kerikil sudah di ratakan di akses jalan Desa Cengkok – Desa Tanjungtani, dengan adanya lalu lalang kendaraan bebatuan kerikil bahan utama proyek aspal tampak terlihat berserakan di badan jalan. akibat sudah 7 hari dari pihak rekanan belum berupaya melakukan pembenahan.
Moch Rohman, warga Tanjungtani saat berbincang bincang bersama majanews.com mengatakan, Batu kerikilnya sudah diratakan sejak satu minggu kemarin sekitar hari Senin (2/12/2025) kemarin.
“Tapi sampai hari ini kok tidak diaspal-aspal. Kalau tidak segera di aspal, batu kerikil ya itu bisa berserakan di badan jalan,” keluhnya kepada majanews.com, Selasa (9/12/2025).
Warga tersebut juga berharap, proyek pengaspalan jalan ini agar segera dikerjakan dan bisa selesai dengan baik.
“Agar warga dan pengguna jalan bisa segera menikmati dan memanfaatkan akses jalan yang layak,” harap pungkasnya.
Wajib dilakukan, bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk segera menekan agar pihak rekanan segera melakukan pengerjaan pengaspalan jalan.
Redaksi majanews.com akan terus menggali informasi lebih lanjut dan mengabarkan perkembangan proyek pengaspalan jalan Desa Cengkok – Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon.(nyoto)








