Kondisi Kritis, Jembatan di Nganjuk di Pasang Banner Peringatan dan Himbauan, Ternyata ini Penyebabnya

Kondisi Kritis, Jembatan di Nganjuk di Pasang Banner Peringatan dan Himbauan, Ternyata ini Penyebabnya

NGANJUK, (majanews.com) – Situasi dan kondisi (Sikon) jembatan Desa Kedungdowo Kecamatan/Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, akhir akhir ini diketahui menampakkan kerusakan, akibat timbulnya kerusakan yang diduga bisa mengancam keselamatan para pengguna jembatan. Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Nganjuk dilokasi jembatan diketahui telah berupaya memasang banner himbauan yang bersifat peringatan

Hasil informasi yang di himpun majanews.com dilokasi jembatan Desa Kedungdowo tampak bentangan banner warna kuning ukuran 2 M x 2 M bertuliskan “Mohon maaf jembatan dalam kondisi rusak, roda 4 atau lebih di larang melintas, UPTD PJJ Rebawil”, di ketahui jembatan Desa Kedungdowo memiliki panjang 100 meter dan memiliki ketinggian 10 meter di atas permukaan air sungai.

Parnoto, lelaki berusia 38 tahun diketahui juga salah satu warga Desa Kedungdowo saat di temui majanews.com tak jauh deri lokasi jembatan mengatakan, bahwa pemasangan banner himbauan peringatan sudah 3 hari ini.

“Tanggul sungai sudah banyak yang terkikis derasnya air dan setahu saya kaki jembatan sebelah utara sudah banyak yang retak retak,” ujar Parnoto sambil menunjuk kan kaki jembatan yang retak, Rabu (9/4/2025).

Parnoto saat disinggung majanews.com adanya larangan bagi roda 4 yang tidak boleh melintas di jembatan Kedungdowo menambahkan, sebenarnya bagi yang punya roda 4 seperti dirinya juga harus hati hati.

“Karena jembatan ini satu satunya akses penghubung tercepat menuju perkotaan, bisa lewat jembatan lain desa, tapi jauh dan harus ber putar putar sampai kiloan meter, dan kami hanya berharap semoga segera ada perhatian dari pemerintah, karena kalau ini di bangun. tentunya juga memakan biaya milyaran rupiah,” ucapnya sambil penuh harap.

Terpisah, Suprapto S,Kom, Kepala Desa (Kades) Kedungdowo Kecamatan/Kabupaten Nganjuk saat ditemui majanews.com di Kantor Desa Kedungdowo tak menampik bahwa situasi dan kondisi jembatan Kedungdowo sedang tidak baik baik saja.

“Ia mas itu jembatan sudah mulai menampakkan kerusakan, kerusakannya itu ada di cor beton kaki jembatan sebagai penyangga tubuh jembatan, terutama di sebelah Utara itu ada 8 kaki cor beton, dari 8 kaki jembatan 6 di antaranya kondisinya sudah retak dan bahkan sudah ada yang putus,” ungkap orang nomor satu di Desa Kedungdowo tersebut.

Masih kata Kepala Desa, kemarin dari Dinas PUPR sudah memasang banner peringatan, jadi yang memasang banner itu bukan Desa Kedungdowo, melainkan dari Dinas PUPR. demi keselamatan para pengguna jembatan maka khusus roda 4 tidak boleh melintas karena kondisi sudah memperihatinkan.

“Untuk roda 2 masih boleh melintas, dan perlu di ketahui pada hari ini juga rabu 09/4/2025 kita dari Pemerintahan Desa sudah melayangkan proposal ke Dinas PUPR, kami juga berharap ada penanganan karena jembatan Desa Kedungdowo akses satu satunya yang paling dekat menuju perkotaan,” pungkaa Suprapto Kepala Desa Kedungdowo.(nyoto)