MOJOKERTO, (majanews.com) – Kelompok peternak Sapi yang ada di wilayah Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Telah memberikan dukungan penuh kepada Subagiyo warga Jatidukuh, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Subagiyo beberapa hari yang lalu mengalami naas pada ternak sapi miliknya, sapi tersebut telah diracun oleh tetangganya sendiri, namun ia berhasil menangkap pelaku dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek setempat.
Pantauan majanews.com, terlihat beberapa warga ternak sapi yang ada di Kecamatan Gondang telah berkumpul kediaman Subagiyo di Desa Jatidukuh, pada Sabtu (4/4/2026) malam, kedatangan warga untuk memberikan dukungan apa yang telah menjadi laporan Subagiyo ke Polisi, dalam laporan Subagiyo supaya terus maju dan tidak kendor.
“Saya ke sini ke rumahnya Pak Bagiyo karena ingin tahu dan supaya pelakunya bisa ketemu lalu diproses secara hukum,” tegas Mashudan salah satu peternak sapi yang mengaku asal Desa Kemasantani Kecamatan Gondang, saat dimintai keterangan oleh majanews.com di kediaman Subagiyo, pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Masih dikatakan, soalnya banyak korban di sini, bukan cuma Pak Bagiyo. Kejadian yang menimpa saya dulu itu waktu mau puasa.
“Saya yakin, yang meracun sapi saya adalah orang yang sama yang meracun sapi pak Bagiyo. yang ditangkap pak Bagiyo. Kerena kenapa, sebelum sapi saya mati, saya jual anak sapi laki-laki yang beli itu si pelaku itu,” paparnya.
Lebih lanjut, Malah kakanya yang ngarit cak Sholikin malah bilang saya, siapa yang beli anak sapi mu yang laki-laki ya Sutek dan Jumadi masak tega sampai segitu. Lah ada kayak gini saya yakin dia pelakunya.
“Kalau sapi sakit pasti ada gejalanya, nah ini sapi nggak kenapa-kenapa tiba-tiba mati, ini lagi di laboratorium di ambil darah yang kuning setelah itu kotoran yang ada di perutnya itu juga di lab, kotoran yang jatuh itu juga di tes,” ujarnya.
Hasilnya 3 hari baru keluar, masih kata Mashudan setelah itu Mantrinya bilang positif obat, di racun, positif diracun.
“Pada waktu di bedah itu 2 ekor sapi pada waktu pagi dan magrib, namun kata mantri keracunannya secara bersamaan akan tetapi sapi satunya sama anak sapinya masih kuat dan masih bisa tertolong setelah di beri minumi degan, sayang 3 ekor sapi hanya 1 ekor yang selamat,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Wiyono juga menjelaskan telah mengalami persoalan yang sama yang menimpa Subagiyo dan Mashudan, sapi miliknya pada saat itu sehat bugar tidak ada penyakitan namun tiba tiba kejang dan mati seketika.
“Sore keadaan sapi itu sehat tidak ada penyakit setelah itu jam 12 malam kok gebluk kayal-kayal, sapinya orang Dusun Bacem saya rawat,” ujar Wiyono.
Masih dikatakan, sapi yang dirawat Wiyono Ada 3 ekor sapi dan itu bukan miliknya sendiri, ia hanya merawat saja.
“Miliknya pak Pariyoto satu dan guru SD sini, terus ya begitu tidak kena apa-apa, tiba-tiba gebluk tidak pernah sakit,” imbuh Wiyono.
Wiyono juga menceritakan dalam kronologi kematian sapi yang di rawat tersebut, dan sapi yang masih hidup ia berhasil menjualnya.
“Jam 12 malam itu yang 2 ekor, setelah itu jam 8 pagi anak sapinya, yang 2 ekor sapinya saya jual dan yang anaknya saya kubur,” katanya.
Namun, yang dua ekor saya jual ke jagal sapi, tapi masih keadaan hidup hanya tidak bisa berdiri itu saja.
“Iya sama saya jual ke blantik sapi tapi bukan ke pak Jumadi,” pungkasnya.
Perlu diketahui, sebelumnya majanews.com menulis berita persoalan ternak sapi Subagiyo yang diduga diracun tetangganya sendiri dengan judul:
“Hewan Ternak Sapi Warga Jatidukuh Gondang Diduga Diracun Tetangga”, di upadate pada hari Sabtu 28 Maret 2026, kasus tersebut telah dilaporkan oleh Subagiyo di Polsek setempat. Ikuti lanjutan berita dan menarik lainnya hanya di majanews.com.(mif/tim)








