Sabtu, 17 Juni 2023.
PASURUAN (majanews.com) – Baru-baru ini kejadian mengerikan terjadi di sebuah sekolah di Mojokerto di mana seorang pelajar tewas dibunuh oleh temannya sendiri akibat tagihan iuran kas kelas yang belum dibayarkan. Insiden ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang perlunya pengumpulan kas oleh siswa dari siswa untuk siswa.
MajaNews Pasuruan menghimpun pendapat publik atas perlu dan tidaknya iuran kas kelas oleh siswa setelah peristiwa kelam ini terjadi. Berikut komentar masyarakat yang berhasil dihimpun oleh team MajaNews dari grup WhatsApp dan Facebook, Minggu, 18 Juni 2023.
Roni, salah seorang warganet, menyampaikan pendapatnya, “Sebaiknya siswa fokus pada belajar.” Ia berpendapat bahwa kegiatan pengumpulan dana dapat menjadi distraksi yang tidak perlu bagi siswa.
Mr X merasa curiga dengan alasan pengumpulan kas. Ia menyebut, “Trick modus cuci tangan pihak sekolah, Gasken!” Menurutnya, pihak sekolah harus bertanggung jawab dan mencari solusi yang lebih baik daripada mengandalkan pengumpulan kas.
Anjar, seorang netizen lainnya, mengungkapkan, “Salah satu bukti bahwa siswa tugasnya belajar, guru mengajar. Tidak terlibat hal-hal yang terlalu berlebihan yang mengakibatkan masalah sosial sejak dini.” Baginya, siswa seharusnya hanya fokus pada tugas belajar mereka.
Emyahya, Ketua KWU Pasuruan, berpendapat bahwa kegiatan pengumpulan dana sebaiknya dihindari. Ia menyatakan, “Masih tahap belajar, sebaiknya tidak ada kegiatan pengumpulan dana. Yang wirausaha aja kayak di KWU, tidak perlu iuran untuk kas.”
Adi, seorang pengusaha, menganggap pengelolaan uang sebagai bagian dari pembelajaran. Ia menyampaikan, “Sebenarnya terkait keuangan/kas boleh, asal ada pengawasan dari pihak guru/ahlinya. Bagaimana siswa belajar pengelolaan uang jika tidak ada praktiknya?”
Sugiarto berpendapat bahwa iuran kas atau pengumpulan dana sebaiknya tidak diperlukan. Ia menyampaikan, “Tidak perlu adanya kas, iuran, atau apapun namanya. Pelajar tujuan utamanya harus fokus ke belajar.”
Bapak Diano Fela Very memberikan perspektifnya, “Memang ‘berorganisasi’ perlu, asal bukan malah melenceng dari maksudnya. Berorganisasi pasti ada bendahara… Nah, kalau untuk kepentingan pribadi anggota, why not?”
Mbak Ruro, seorang ibu rumah tangga dan penulis, memberikan catatannya, “Boleh dilanjutkan dengan catatan tertentu.”
Tragedi pembunuhan pelajar ini telah memicu perdebatan di masyarakat terkait kegiatan pengumpulan kas oleh siswa. Beberapa masyarakat memiliki pandangan bahwa siswa seharusnya fokus pada belajar dan kegiatan pengumpulan kas siwa di hentikan sebagian lagi berpandangan bahwa itu sah sebagai pembelajaran namun perlu ada pengawasan.(ali/tim)



