Terdampak Limbah Cemari Air Sumur Belum ada Keadilan, Warga Sawo Kutorejo Datangi Polres Mojokerto

Terdampak Limbah Cemari Air Sumur Belum ada Keadilan, Warga Sawo Kutorejo Datangi Polres Mojokerto
Streaming.

MOJOKERTO, (majanews.com) – Persoalan air sumur milik warga diduga kuat tercemar limbah dari gudang yang tidak jauh dari rumah warga yang ada di Dusun Pandisari RT 1, RW 8, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pada bulan Juli 2025 lalu tidak kunjung ada keadilan, warga tersebut mendatangi kantor Polres Mojokerto yang ada di jalan Gajah Mada No 99, Menanggal, Mojosaari, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (18/2025) siang .

“Saya disini menanyakan tentang limbah sumur yang terdampak di Desa Sawo, katanya penyidik tadi karena ini berhubungan dengan lingkungan hidup jadi ini menunggu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) katanya begitu,” jelas emak emak yang mengaku bernama Lilik saat dimintai keterangan oleh majanews.com, Kamis (18/9/2025).

Masih dikatakan, jadi saya disuruh menunggu pihak DLH datang kerumah dulu, setelah itu kalau ada bukti fakum tentang limbah B3 kalau berbahaya dan memang berasal dari gudang itu pihak Polres akan menindak lanjuti.

“Sudah lapor ke Polres dari mulai bulan Juli, terus saya disuruh lapor ke DLH karena berhubungan dengan lingkungan hidup, dan ke Pemkab itupun sudah saya buatkan Pengaduan Masyarakat (Dumas),” sambung Lilik yang mengaku terdampak limbah tersebut.

Lilik juga menegaskan, atas kedatangan dirinya dengan terangganya itu menanyakan kejelasan atas aduan yang dilayangkan ke Polres Mojokerto, ia menilai persoalan yang menimpa dirinya ko lama belum ada kejelasan.

“Mangkanya saya datang kesini seolah – olah kok lama gitu, sedangkan Bu As buat kebutuhan sehari – hari harus ngambil 25 galon air setiap hari,” keluh Lilik.

Lilik juga menambahkan, saat ini mata air dirumahnya masih keruh, juga berbau, dan menimbulkan gatal gatal pada keluarga juga dirinya. Bukan hanya itu, tanaman di rumahnya bila disiram air juga layu terus tidak hidup lagi.

“Kondisi air sekarang masih keruh, berbau, gatel dan untuk menyiram tanaman, sekarang disiram layu besoknya sudah mati,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aslikha, juga menambahkan, mata air sumur miliknya ia menduga tercemar limbah, sejak itu telah berubah warna, hingga sekarang tidak bisa dibuat mandi.

“Sumur saya sekarang airnya putih tapi gatel – gatel tidak bisa dibuat mandi, lalu beli air setiap hari 25 galon,” keluhnya.

Ia juga menyayangkan atas perbuatan pihak oknum yang tidak tanggung jawab, atas kejadian itu dalam kurun waktu 3 bulan satu keluarga menjadi terganggu.

“Anak saya sekolah kan marah – marah bagaimana ini dari mulai bulan Juli, Juni, Agustus sudah 3 bulan beli air 25 galon setiap hari,” keluh Bu As panggilan akrabnya.

Kendati demikian, atas kedatangannya ke Polres hari ini, ia juga disuruh ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) oleh petugas polisi yang berhasil ditemui tersebut.

“Saya kesini menanyakan laporan saya, dan katanya disuruh pihak DLH datang kerumah dulu,” pungkas Bu As, ia juga berharap atas ketidak adilan yang menimpa keluarganya dan juga tetangga secepatnya mendapatkan keadilan.

Perlu diketahui, sebelumnya majanews.com juga merilis atas prilaku oknum yang tidak bertanggung jawab yang meresahkan warga tersebut, dengan judul berita:

“Protes Warga Desa Sawo Kutorejo Dugaan Sumur Tercemar Limbah, Kadis DLH Sudah Keluarkan Hasil LAB” di update pada tanggal 11 Agustus 2025 lalu. Ikuti lanjutan berita dan menarik lainnya hanya di majanews.com.(mif/tim)