MOJOKERTO, (majanews.com) – Problem bau menyengat kandang bebek di Dusun Watutumaang Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Terus menjadi perbincangan miring oleh warga sekitar, hal itu juga di amini oleh Andik Yulianto Kepala Desa (Kades) saat majanews.com di Balai Desa Setempat. Senin (25/8/2025).
Dari pengakuan Kades, muncul kabar keluhan warga Dusun Watutumang sejak muncul berita yang di update majanews.com, dikarnakan sebelumnya kandang bebek sepengetahuan Kades sudah kosong.
“Taunya setelah ada kabar ini pak, kesehariannya kemarin kami anggap kosong, mungkin soal penanganan kebersihan yang kurang maksimal jadi menimbulkan bau yang tidak sedap,” kata Kades saat memberikan klarifikasi didampingi Sekdes, dan Kasun (Kepala Dusun) Watutumang, di Kantor Desa, Senin (25/8/2025).
Masih dikatakan Kades, adanya persoalan kandang bebek yang muncul bau menyengat itu, ia akan berusaha melakukan koordinasi, memanggil pemilik kandang supaya tidak mengganggu Lingkungan.
“Kami akan koordinasi dengan Kepala Dusun agar dikondisikan supaya tidak menggangu lingkungan, Nanti kami panggil mediasi supaya menyampaikan pesan – pesan supaya para tetangga di sekitarnya kondusif atau tidak terganggu,” sambung Kades.
Lebih lanjut, Kami ini dengan Kepala Dusun baru mengetahui kalau ada pengaduan dari masyarakat sekitar. Nah selama ini kan tidak ada berarti tidak ada masalah.
“Mungkin ketika mau panen kalau sekitar umur 30 hari keatas baru menimbulkan bau yang lumayan, kalau masih kecil tidak dan mungkin tadi, penjagaan kebersihan kurang begitu baik,” ujarnya.
Saat dipertanyakan kebenaran Kades juga mempunyai kandang ayam di Dusun Watutumang, dan juga dekat pemukiman, Kades mengakui hal itu.
“Kami hanya punya lahan disana dan itu jumlahnya tidak terlalu banyak, jadi warga disana senang dalam maksud tidak menimbulkan bau,” ujarnya.
Kades menambahkan, kalau mau masuk ke kandang sudah biasa kalau bau, tapi setiap minggu kami bersihkan, jadi setiap hari, kotorannya itu dikasih alas sekem atau dedek brosok kan kotorannya ke dedek lalu setiap hari kami semprot tetes dan pupuk cair (EM4).
“Jadi setiap satu minggu kandangnya kami bersihkan dan rabuk atau kotorannya itu dimintai orang – orang untuk ditabur ke sawah mereka juga,” imbuhnya.
Disinggung soal Kades membuat kandang ayam apakah ada pemberitahuan sebelumnya ke warga dusun, ia senyum kecil dengan nyebut gak mungkin woro woro satu kampung.
“Jadi gini kalau di wilayah Watutumang hampir rata – rata tidak hanya saya ada juga peternak bebek ada yang isinya 200 sampai 300, namanya buat kandang ya gak mungkin woro – woro orang satu kampung,” ulasnya.
Kades juga mengkui bila kandang ayam di Dusun Watutumang adalah miliknya pribadi, untuk bau ia berusaha supaya tidak muncul bau yang tidak sedap.
“Iya itu milik saya pribadi, yang pertama ranahnya yang punya lahan, yang kedua jumlahnya tidak terlalu banyak, jadi kami mengaliri baunya tidak menjadi bau seperti yang sudah saya sampaikan seperti yang pertama tadi,” pungkas Kades.
Sebelumnya, majanews.com telah merilis keluhan warga adanya kandang bebek di Dusun Watutumang Desa Candi Watu telah keluarkan bau sangat menyengat dengan judul:
“Kandang Bebek Dekat Pemukiman di Dusun Watutumang Desa Candiwatu Pacet Resahkan Warga”. Di update pada hari Sabtu (23/8/2025), ikuti lanjutan berita dan menarik lainnya hanya di majanews.com.(mif/tim)








