Pengisian Perades Plosoharjo Pace 2023: Diduga Kontoroversi, Ketua SLJ Antikorupsi Nganjuk Sanggah Ulasan YP

Senin, 18 September 2023.

NGANJUK (majanews.com) – Problem pengisian Perangkat Desa (Perades) Plosoharjo, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk tahun 2023 diduga menuai problem atau hambatan. Terkabar adanya tokoh masyarakat sekitar mengecam akan gelar unjuk rasa hingga meminta mediasi di kantor Kecamatan Pace.

Terikutip dari pemberitaan koran memo yang ter update pada tanggal 07 September 2023, dalam arikel teks menjabarkan adanya rencana demo terkait dugaan kejanggalan dalam proses pengisian Perades Plosoharjo Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk itu digelar hari ini di Kantor Kecamatan Pace.

Namun, rencana demo terkait dugaan kejanggalan dalam proses pengisian Perades Plosoharjo tersebut ternyata batal. batalnya demo itu membuat masyarakat setempat bertanya-tanya lantaran aksinya gembos, Padahal kabar demo sudah tersiar di beberapa WhatsApp di komunitas yang ada di wilayah Nganjuk.

Jhon Wadhoe, nahkoda Aktivis Salam Lima Jari (SLJ) Anti korupsi angkat bicara, menurut pada dasarnya pengisian Perades itu kewenangan panitia.

“Untuk memutuskan memakai pihak ke 3 atau tidak dengan alasan alasan tertentu, suatu misal kondusif, jujur dan adil dan panitia dalam memutuskan kerjasama dengan pihak ke 3, dan mereka ber koordinasi kepada pengawas serta perangkat daerah, jadi hasil koordinasi itu merupakan pertimbangan penting bagi masyarakat desa plosoharjo,” tegasnya saat di temui majanews.com, pada Minggu (17/09/2023) di wilayah Tanjunganom.

Masih dikatakan, justru langkah dan statmen dari saudara YP mengatas namakan tokoh masyarakat Plosoharjo Pace justru menjadi pertanyaan publik.

“Karena point dari saudara YP tidak ada alasan yang mendasar untuk memaksa panitia bertindak jujur dan adil, dan bahkan YP belum menyebutkan untuk mengupas jujur dan adil itu seperti apa, nah di situlah yang menjadikan pertanyaan bagi kita,” papar Aktivis tersebut.

Lebih lanjut, seharusnya saudara YP bisa menunjukkan point – point dimana ada kemungkinan pihak panitia melakukan kecurangan.

“Namun pihak YP sampai hari ini tidak bisa menyebutkan, dan bahkan sampai  melakukan mediasi sebanyak 3 kali,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dan di vidio tentang dugaan rekayasa pengondisian itu nol (0) sehingga vidio tersebut juga di bantah mereka sendiri di vidio ke 3.

“karena saya melihat unggahan vidio tersebut,” pungkas pentolan LSM LSJ tersebut.(nyoto/tim)

Kembali ke atas