Lelang Proyek Irigasi Rp.200 Miliar di Kantor BBWS Brantas Surabaya di Sorot, Karangan Bunga Kritikan Miring Juga Muncul

Lelang Proyek Irigasi Rp.200 Miliar di Kantor BBWS Brantas Surabaya di Sorot, Karangan Bunga Kritikan Miring Juga Muncul
Streaming.

SURABAYA, (majanews.com) – Lelang Proyek Irigasi senilai Rp.200 Miliar diposkan di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Surabaya anggaran APBN 2026 Jadi Sorotan para pengusaha yang ada di Jawa Timur. Namun, Munculnya kiriman karangan bunga bertulisan kritikan Miring juga dikirim ke kantor BBWS Brantas Surabaya itu juga Jadi bahan omongan miring. pada Sabtu, (15/8/2026) pagi.

Karangan bunga dikirimkan ke kantor BBWS yang berada di Jalan Wiyung, Surabaya, seolah olah bentuk protes ada dugaan atur aturan dalam proyek yang di lelang pihak Kantor BBWS Brantas Surabaya itu.

Karangan bunga tertulis ucapan untuk calon pemenang PT Pe Pe dibawah juga tertulis Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pondok Waluh, Jember. Ironisnya, paling bawah bertulisan “Lelang Itu Arena Kompetisi, Bukan Arena Pamer Koneksi”. Dalam karangan bunga tulisan tersebut seakan akan mengkritik persoalan lelang ada yang bermain. Yang paling menarik, kritikan karangan bunga ada yang bertulisan “Ini Lelang Proyek Negara, Kami Tau Permainanmu”.

Informasi yang diterima majanews.com, berinisial TR, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp.200 miliar lebih itu menggunakan anggaran APBN, dengan sistem lelang yang diikuti oleh lebih dari 5 perusahaan.

“Ada 2 BUMN dan beberapa perusahaan swasta,” ungkapnya kepada majanews.com, saat di bast camp para aktivis yang di jalan teratai no 44-99, Sooko, Mojokerto. Pada Minggu (16/8/2026).

Masih dikatakan, TR mengaku mengetahui kiriman karangan bunga itu dari pemberitaan. Karangan bunga tersebut masih terlihat hingga Sabtu pagi, namun karangan bertulisan kritikan pada siangnya sudah tidak ada di depan kantor BBWS itu.

“Apa mungkin ada dari pihak BBWS yang merasa isi dari karangan bunga itu beneran atau ada pihak lain yang melepas karangan bunga itu,” tegasnya, mewanti-wanti agar tidak menyebutkan namanya.

Lebih lanjut, Ia juga mempertanyakan maksud di balik kiriman beberapa karangan bunga ucapan selamat kepada PT Pe Pe sebagai calon pemenang lelang di Kantor BBWS.

“Apa benar adanya isu yang beredar menyebut adanya pihak yang diduga mencatut oknum aparat penegak hukum (APH) dan oknum BBWS untuk menangkan PT tertentu,” katanya.

Ia berharap, megaproyek nasional ini mendapat pengawasan dari kepolisian, kejaksaan, dan KPK. Menurutnya, penegakan hukum dan audit perlu dilakukan secara transparan, disertai jaminan kualitas serta integritas proyek.

“Selain itu, ia juga mendorong terbukanya ruang bagi pengawasan masyarakat,” pungkasnya.

Perlu di informasikan, majanews.com belum mendapatkan konfirmasi dari pihak BBWS Brantas Surabaya dikarnakan libur panjang pada saat ini, namun untuk imbangnya berita majanews.com tetap akan memberikan ruang hak jawab kepada pihak terkait. Ikuti berita lanjutan dan menarik lainnya hanya di majanews.com.(ben/tim).