BBWS Brantas Surabaya Persoalan Kritikan Miring Lelang Proyek, Humas Tidak Berikan Jawaban Persoalan

BBWS Brantas Surabaya Persoalan Kritikan Miring Lelang Proyek, Humas Tidak Berikan Jawaban Persoalan
Streaming.

SURABAYA, (majanews.com) – Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Surabaya Jawa Timur menanggapi terkait kiriman karangan bunga kritikan miring yang dikirim ke Kantor BBWS itu, pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Namun, pihak humas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BBWS tersebut belum bisa memberikan secara rinci persoalan kritikan miring yang tertulis di karangan bunga ucapan selamat kepada calon pemenang lelang PT. Pe Pe diketahui milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Amim, petugas keamanan kantor BBWS Brantas, mengaku kepada majanews.com bahwa karangan bunga yang dikirim ke kantor tempat ia berkerja yang ada di Jalan Wiyung, Surabaya, terpaksa diamankan oleh pihaknya karena identitas pengirimnya tidak jelas.

“Ndak dibuang, temen-temen yang menyimpannya,” ungkap petugas keamanan itu saat ditemui di ruang pelayanan kantor BBWS Selasa (18/8/2026) Siang.

Coba pengirimnya itu ditulis, masih dikatakan Imam, ya disini juga gak ngerti pak, soalnya tidak ada nama pengirimnya tiba-tiba ditaruh disana paginya ditemu sama teman-teman.

“Kecuali memang pengirimnya jelas. Ya kan, pengirimnya dari PT ini yang ngirim ini kan jelas, ini ada ini cuma kayak gini, bisa aja kan orang cuma asal ngirim,” ujarnya.

Dihari yang sama, Debby FM, yang mengaku sebagai tim humas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)  di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya, dengan didampingi rekannya, menerangkan bahwa terkait kiriman bunga dirinya tidak mengetahui dari siapa, tujuan apa, dan seperti apa.

“Mungkin nanti lebih lanjutnya kita konservasi ke PPK terkait tentang korupsi jadi seperti itu mas,” terang Debby wanita berhijab tersebut. Saat nemui majanews.com dengan media lain.

Saat disinggung oleh majanews.com tentang persoalan teknis lelang megaproyek rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pondok Waluh, Kabupaten Jember, yang mana dikritik melewati karangan bunga bertulisan “Lelang Itu Arena Kompetisi, Bukan Arena Pamer Koneksi”, dan “Ini Lelang Proyek Negara, Kami Tau Permainanmu”. Debby hanya menjawab dirinya hanya menampung pertanyaan awak media.

“jadi karena di sini kami hanya tim humas, jadi kita hanya menampung pertanyaan atau permintaan data apapun, nanti kita akan sampaikan ke unit terkait. Jadi untuk teknisnya seperti apa, kemudian jangka waktu dan sebagainya seperti apa itu dia lebih berhak menjawab dari PPKnya masing-masing,” jelasnya.

Masih dikatakan, Jadi nanti mas di sini sudah mengisi form kami, nanti kita konfirmasi ke beliau, kira-kira beliau kapan bisa ditemui atau untuk konfirmasi hari ini.

Saat dipertanyakan mengenai adanya perusahaan yang diduga akan dimenangkan pada paket lelang  tertentu akibat adanya intervensi dari para oknum diduga orang dalam, ia tetap menjawab hanya menampung pertanyaan.

“Saya ulangi kembali, disini kita hanya menampung dari Njenengan tujuannya apa, keluhnya apa. Sudah mengisi form kami. Nah, untuk menjawab teknik yang seperti apa, nanti  bisa bersurat ke kami. Nanti dilampirkan pertanyaannya apa, yang menjawab dari unit yang bersangkutan,” sambungnya.

Ia menambahkan, Kami di sini hanya sebagai jembatan saja. Karena kami memiliki SOP, setiap tamu yang datang ke BBWS Brantas harus melalui pintu mas.

“Jadi dari kami yang akan menyampaikan ke unit yang bersangkutan, seperti itu,”

Dipertanyakan kembali, berapa paket pekerjaan yang lelang di BBWS pada tahun anggaran 2026. Dua orang perwakilan dari kantor BBWS Surabaya itu kompak menjawab. Kita Kurang paham soal itu.

“Karena memang tiap unit itu kan milik mereka masing-masing ya mas, berbeda. Jadi mungkin nanti yang tau yang seperti apa soal teknisnya memang dari PPK tersebut,” ulas humas tersebut kembali berkali-kali memberikan jawaban berputar-putar dengan maksud kurang paham.

Sementara itu, rekan disampingnya Debby, menolak wawancara sambil mengaktifkan kamera video kepada awak media dengan dalih dukumentasi.

“Dokumentasi aja mungkin enggak apa-apa,” pungkas wanita berkacamata tersebut.

Sebelumnya, majanews.com telah menulis kiriman karangan bunga dikirimkan ke kantor BBWS yang berada di Jalan Wiyung, Surabaya, seolah olah bentuk protes ada dugaan atur aturan dalam proyek yang di lelang pihak Kantor BBWS Brantas Surabaya. Dengan judul:

“Lelang Proyek Irigasi Rp.200 Miliar di Kantor BBWS Brantas Surabaya di Sorot, Karangan Bunga Kritikan Miring Juga Muncul”. Di update pada hari 16 Agustus 2026.

Perlu diinformasikan, Karangan bunga tertulis ucapan untuk calon pemenang PT Pe Pe dibawah juga tertulis Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pondok Waluh, Jember. Ironisnya, paling bawah bertulisan “Lelang Itu Arena Kompetisi, Bukan Arena Pamer Koneksi”. Dalam karangan bunga tulisan tersebut seakan akan mengkritik persoalan lelang ada yang bermain. Yang paling menarik, kritikan karangan bunga ada yang bertulisan “Ini Lelang Proyek Negara, Kami Tau Permainanmu”.

Karangan bunga kritikan miring itu dikirim ke kantor BBWS Brantas Surabaya Jawa Timur. pada Sabtu, (15/8/2026) pagi. Ikuti berita lanjutan dan menarik lainnya hanya di majanews.com.