Dugaan Keracunan Akibat Pemberian Uji Coba Makanan Gratis, 2 Murid SDN 1 Banaran Kertosono Lakukan Rawat Inap, Begini Keterangan Pukesmas

Dugaan Keracunan Akibat Pemberian Uji Coba Makanan Gratis, 2 Murid SDN 1 Banaran Kertosono Lakukan Rawat Inap, Begini Keterangan Pukesmas

NGANJUK (majanews.com) – Dugaan keracunan yang disebabkan dari pemberian uji coba makananan gratis di SDN 1 Banaran Kertosono Nganjuk, nampaknya Belum bisa di katakan selesai, karena masih ada 2 murid SDN 1 Banaran kembali mendatangi pukesmas dengan melakukan rawat inap hari ini, kamis (03/10/2024).

Hasil yang dihimpun media majanews.com, saat mengunjungi ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Pukesmas Kertosono Nganjuk, tampak terlihat satu murid Kelas 3 SDN Banaran terlihat berbaring di ruangan UGD dengan tangan di infus, saat di tanya majanews.com, anak yang masih berusia 9 tahun menceritakan kalau kemarin dirinya memakan makanan dengan cara lahap alias habis.

“Makanan saya makan sampai habis om karena enak,” ujar anak SD tersebut kepada majanews.com di ruang rawat inap UGD Pukesmas Kertosono Nganjuk. Kamis (3/10/2024).

Lebih lanjut, setelah makanan saya makan habis tiba- tiba perut saya terasa sakit dan kepala saya terasa pusing, demikian pengakuan siswa rersebut.

Wahid, salah satu pegawai penanggung jawab di Unit Gawat Darurat (UGD ) Pukesmas Kertosono saat dikonfirmasi secara tatap muka menjelaskan, memang benar hari ini ada 2 anak siswa. satu laki laki dan yang satu perempuan dari SDN 1 Banaran yang saat ini dalam penanganan perawatan.

“2 anak SDN yang datang saat ini juga pasien yang sama di waktu kemarin Rabu 02/10/2024 yang di larikan ke pukesmas Kertosono. Kemari waktu mendatangi pukesmas secara bertahap,” ujarnya kepada majanews.com, kamis (3/10/2024).

Masih dikatakan, yang pertama 2 anak dan tepat pukul 09.30 sampai 11.30 semua ada 6 anak yang di tangani pukesmas kertosono,” ungkapnya dengan nada jelas.

“jadi 2 murid SD ini pasien kemarin yang sudah di bawa ke pukesmas, jadi dari 6 anak SD keluhannya hampir sama, seperti nyeri perut tidak ada tanda tanda muntah draidrasi tidak ada dan kondisinya masih membaik,” sambungnya.

Dan kita lakukan penanganan selama 2 – 3 jam, masih kata Wahud, ternyata kondisinya juga membaik, dan selanjutnya kita melakukan penanganan dengan cara rawat jalan.

“Biasanya di hari pertama dugaan tanda tanda keracunan pasti gejalanya ringan, dan kemungkinan 2- 3 hari ada gejala lanjutan, seperti halnya mual muntah, diare serta tidak ada nafsu makan,” katanya.

Lebih lanjut, saat ini 2 murid SD dilakukan upaya rawat inap, mempunyai keluhan muntah, nafsu makan turun, badan lemas serta merasakan pusing kepala, maka kita lakukan overfensi pemberian cairan dan suntikan, apa bila kondisi hari ini membaik  bisa dilakukan pulang.

“kalau hari ini juga derodrasinya agak berat  maka kita pihak dari pukesmas akan melakukan upaya merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono. Untuk menu makanan kemarin pihak pukesmas sudah mengirim ke LAB.Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Nganjuk.” Pungkas petugas pukesmas tersebut.

Perlu diketahui, adanya dugaan keracunan makanan gratis majanews.com telah merilis dengan judul:

“Uji Coba Makan Gratis, Diduga 8 Murid Anak Didik SDN 1 Banaran Kertosono Nganjuk Keracunan”

Terupdate pada hari Rabu 2 Oktober 2024 kemarin, ikuti berita menarik lainnya hanya di majanews.com.(nyoto)