DPRD Kabupaten Mojokerto Gelar Sekolah Parlemen

DPRD Kabupaten Mojokerto Gelar Sekolah Parlemen

MOJOKERTO, (majanews.com) – DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar Sekolah Parlemen dengan peserta ratusan mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di kantor DPRD, Selasa, (23/9/2025).

Program ini untuk menjembatani pemahaman teoritis di bangku kuliah dengan praktik politik di lapangan. Sekaligus mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam sistem demokrasi. Mengangkat tema Parlemen untuk Rakyat: Membangun Politik yang Representatif dan Berkeadilan, kegiatan ini sekaligus untuk menciptakan dialog langsung antara mahasiswa dan lembaga legislatif.

Ada tiga fungsi utama DPRD, yakni fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Tiga fungsi ini menjadi poin utama yang perlu dipahami oleh setiap mahasiswa yang tertarik pada dunia politik,’’ ungkap Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh mengawali diskusi.

Menurutnya, banyak program berdampak kepada masyarakat yang dilakukan pemerintahan diangkat dan diperjuangkan melalui kebijakan yang lahir dari lembaga legislatif. Pemahaman tersebut dinilai sangat penting agar mahasiswa tidak sekadar mengerti politik dalam konteks makro, melainkan juga dalam skala yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

’’Kami mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan juga mengambil peran aktif dalam menyalurkan ide-ide segar sebagai kontribusi pada perubahan kebijakan menjadi lebih baik dan berkeadilan,’’ tutur Zuroh.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Mojokerto Sujatmiko menambahkan, ide atau permasalahan yang muncul di masyarakat dapat diolah menjadi sebuah peraturan daerah (perda) yang bermanfaat. Seiring dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, kolaborasi antara DPRD dan eksekutif dapat berjalan efektif.

“Jadi, reses bukan sekadar formalitas, melainkan forum vital untuk belanja masalah dan menampung aspirasi masyarakat secara langsung,’’ ungkapnya.

Dia menegaskan, reses ini menjadi jembatan DPRD dengan konstituen, Reses ini untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berlandaskan pada kebutuhan dan keinginan rakyat, “ bukan sekadar kepentingan elite politik,’’ tandasnya

Sementara itu, Wakil Dekan I FISIP UINSA Surabaya Iva Yulianti Umdatul Izzah menegaskan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga negara sangatlah penting.

“Kolaborasi seperti halnya program Sekolah Parlemen di DPRD Kabupaten Mojokerto ini sangat penting untuk menghasilkan pemahaman politik yang holistik dan relevan,’’ pungkasnya.(dak/adv)