Keluh Kesah Pekerja Kebersihan di Nganjuk, Gaji Minim Lepas Dari Fasilitas Kebutuhan

Keluh Kesah Pekerja Kebersihan di Nganjuk, Gaji Minim Lepas Dari Fasilitas Kebutuhan

NGANJUK, (majanews.com) — Kisah keluhan seorang pekerja kebersihan sampah di Pemerintah Desa (Pemdes) Pace Kulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Pecah saat perekonomian makin sulit di saat ini, dikarnakan apa yang telah dikerjakan jauh dari harapan dan tidak sebanding dengan pendapatan gaji yang diperoleh.

Hasil informasi yang dikemas majanews.com, pada 4 hari lalu (13/08/2025), berawal dari sebuah cerita percakapan 2 orang yang diduga petani di wilayah pace, dalam percakapannya telah menceritakan keberadaan sampah liar yang meluber di persawahan Desa Pace Kulon dan sampah tersebut masuk di persawahan.

Namun, saat lahan sawah mulai di olah memakai mesin traktor, tanah tersebut penuh dengan sampah. Salah satu orang mengatakan, setahunya dilokasi ada tukang kebersihan.

“Itukan ada tukang bersih bersihnya kok gak sekalian bersihkan sampah yang masuk ke sawah tersebut,” katanya dengan nada tegas.

Kendati demikian, seorang temannya membalas dengan perkataan yang mengatakan tersebut, “Oalah kang opo yo mampu bersihkan tumpukan sampah seperti itu, apa lagi hanya seorang diri, lagi pula gaji yang diterima pekerja sampah saya dengar itu juga sangat kecil,” ujarnya.

Lebih lanjut, mau membersihkan dengan gaji sekecil itu sudah beruntung, lagi pula siapa yang mau jalani bekerja sebagai kebersihan dengan gaji yang gak seberapa, sebutnya dengan nada seolah membela pekerja sampah.

Topik, pekerja kebersihan Desa Pace Kulon Kecamatan Pace telah berhasil ditemui majanews.com, pada hari Minggu (17/08/2025) dilokasi tempat sampah itu, Pihaknya terkejut saat majanews.com melontarkan pertanyaan kepada warga Desa Pace.

“Sampean kok dengar mas, sebenarnya saya gak enak mau menjawab. ia mas gaji yang saya terima dari desa cumak 100 ribu per bulan,” keluh pekerja kebersihan tersebut.

Namun, dan 100 ribu itu juga di potong pajak 5 persen, jadi saya tinggal terima 95 ribu, “Setiap 3 bulan sekali baru terima gaji,” jelas Topik sembari menyimpan rasa kwatir.

Saat disinggung masalah pekerjaan yang di tangani setiap hari, Topik kembali menjawab, setiap hari ia melakukan bersih bersih.

“Satu hari saya lakukan 2 kali bersih bersih, pada waktu pagi dan sore hari, saya bekerja seperti ini sudah lama sejak 2019 yang lalu,” sambung Topik.

Lagi lagi saat ditanya majanews.com selain gaji bulanan apakah mendapat fasilitas dari pemerintahan Desa, ia mengatakan tidak ada fasilitas sama sekali.

“Tidak dapat apa apa mas, baju, sepatu saya beli sendiri. dan gerobak yang saya buat ngangkuti sampah ini saya juga pesan sendiri dari hasil uang saya pribadi,” ulasnya.

Meskipun begitu, selain dari desa Topik juga dapat rejeki dari warga yang tidak punya tempat sampah.

“Setiap bulan kami dapat dari warga sekitar 30 ribu an,” ujar Topik.

Dihari yang sama, Kepala Desa Pace Kulon, Kecamatan Pace, yang berstatus Pergantian Antar Waktu (PAW) saat dikonfirmasi majanews.com melalui pesan singkat WhatsApp, dengan 4 pertanyaan secara tanggap kepal desa menjawab dengan membalas, Walaikumsalam wr wb. Njih pangapunten dereng saget menjawab sekarang (iya mohon maaf belum bisa menjawab sekarang ) terima kasih atas perhatian bapak ya, tulisanya dengan balasan singkat.(nyoto)