MOJOKERTO, (majanews.com) – Kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Podo Rukun Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Telah mendapat bantuan dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut telah dilaksanakan dengan baik dengan membangun irigasi pertanian.
Dalam catatan, hibah bersumber ABPN senilai Rp195 juta dikemas oleh Pemerintah Pusat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Hibah yang selama ini ditunggu tunggu oleh warga Desa Modongan Kecamatan Sooko.
Meskipun begitu, para petani anggota HIPPA tengah bergotong-royong membangun saluran irigasi pertanian dengan memanfaatkan anggaran yang baru dikucurkan itu. Terlihat pembangunan difokuskan untuk memperlancar distribusi air ke areal persawahan warga, sehingga sistem irigasi dapat berjalan lebih optimal.
Dengan kelancaran pasokan air, para petani diharapkan lebih mudah mengairi lahan garapannya. untuk target utama program ini adalah mendongkrak produktivitas serta meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayah setempat secara berkelanjutan.
Ketua HIPPA Podo Rukun, Basori, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, mengungkapkan rasa syukur karena desanya mendapat bantuan tersebut. Menurutnya, dengan adanya saluran ini, petani tidak lagi khawatir air meluber ke sawah saat hujan yang selama ini berisiko menyebabkan gagal panen, terutama pada tanaman jagung.
“Dengan pembangunan ini, saluran irigasi sawah petani menjadi lebih lancar. Air tidak lagi digunakan secara bergilir atau berebut, serta tidak terbuang percuma ke lahan yang tidak memerlukan banyak air,” ujar Basori saat ditemui majanews.com di Balai Desa Modongan, Rabu (29/7/2026) siang.
Meski bersyukur, Basori berharap agar tahun depan desanya kembali mendapat bantuan serupa. Pasalnya, sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya masih belum tersentuh pembangunan irigasi, padahal tanahnya subur dan mayoritas ditanami padi.

Dengan tambahan bantuan, para petani akan semakin dimudahkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.
“Ya, mudah-mudahan tahun depan dapat bantuan seperti ini lagi, soalnya pembangunan ini bisa dilanjutkan lagi agar tersambung,” harapnya.
Lebih lanjut, soal teknis pencairan, Basori menjelaskan bahwa dana pembangunan saluran irigasi tersebut diberikan secara bertahap sesuai progres fisik di lapangan. Setelah pembangunan mencapai 40 persen, tim survei akan turun untuk memverifikasi hasil pekerjaan sebelum dana tahap berikutnya dicairkan.
“Nanti, kalau progres sudah mencapai 70 persen, baru ada survei lagi dan dana bisa dicairkan. Enak begini, jadi kelihatan kalau proyek benar-benar dikerjakan, biar enggak dibilang fiktif,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Soleh kaur Pembangunan Desa (Pemdes) Modongan juga merasa bersyukur turunnya anggaran Hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
“Alkhamdulillah Desa kami mendapatkan dari pemerintah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), tentunya sangat bermanfaat bagi warga kami,” tuturnya Soleh.
Ia juga berharap bisa mendapatkan anggaran lain dari pusat maupun provinsi, “Kami bersama warga juga berharap mendapatkan bantuan serupa baik dari pusat atau dari provinsi,” tutupnya dengan senyum lebar.(ben/tim)








