Proyek Ruas Jalan Sambungan Susut Melintang pada Beton Ruas Jalan Jatijejer – Kesemen Trawas, Ketua LSM GMBI Distik Mojokerto Raya Rinci Pentingnya Kemanfaatan

Proyek Ruas Jalan Sambungan Susut Melintang pada Beton Ruas Jalan Jatijejer – Kesemen Trawas, Ketua LSM GMBI Distik Mojokerto Raya Rinci Pentingnya Kemanfaatan

MOJOKERTO, (majanews.com) – Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Jatijejer – Kesemen sambungan susut melintang pada beton akan dilaksanakan oleh CV. Kenongo Jaya, dengan biaya sumber dananya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025. Dalam pembangunan, Syaiful Bakhri ketua LSM GMBI Distik Mojokerto Raya menegaskan pentingnya untuk memahami sambungan susut melintang pada beton jalan.

“Batas waktu yang teruang selama 120 hari kalender, dimulai bulan ini,” jelas Saipul panggilan akrab Nahkoda LSM GMBI kepada majanews.com saat di kantin kantor PUPR Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/8/2025)

Saipul juga menegaskan, rekonstruksi ruas jalan Jatijejer – Kesemen Trawas yang bertujuan memperlancar hubungan ekonomi sosial masyarakat tersebut, harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan Dinas PUPR sebagai panduan.

“Dilatasi pada jalan beton, juga dikenal sebagai expansion joint atau sambungan ekspansi, berfungsi untuk mengakomodasi perubahan dimensi beton akibat perubahan suhu dan kelembaban, serta pergerakan tanah. Tanpa dilatasi, beton bisa retak atau bahkan pecah karena tekanan internal yang ditimbulkan oleh perubahan tersebut,” tegas Aktivis Mojokerto tersebut.

Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Jatijejer – Kesemen tersebut dilaksanakan oleh CV. Kenongo Jaya sumber dananya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Lebih lanut, Aktivis LSM itu juga mengurai dalam pekerjaan yang akan datang untuk perubahan Dimensi Beton, seperti material lainnya, mengalami pemuaian saat suhu naik dan penyusutan saat suhu turun. Selain itu, beton juga bisa menyusut saat mengering (setting dan pengerasan). Supaya pergerakan tanah tidak merusak jalan.

“Pergerakan tanah, baik karena beban lalu lintas, gempa bumi, atau penurunan tanah yang tidak seragam, juga dapat memberikan tekanan pada struktur beton. Dilatasi pada jalan beton dirancang untuk mencegah Retak. Dengan memberikan ruang bagi beton untuk memuai dan menyusut, dilatasi mencegah terjadinya retakan akibat perubahan dimensi,” urainya.

Saipul juga memberikan apresiasi Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Jatijejer – Kesemen tersebut dilaksanakan oleh CV. Kenongo supaya berjalan dengan baik dan sesuai apa yang tertera spek pekerjaan.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Bupati, Kepala Dinas DPUPR dan instansi terkait, atas proyek rekonstruksi ruas jalan yang akan dilaksanakan, Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih juga kepada deriktur CV. Kenongo Jaya yang diamanahi oleh Pemdakab untuk masyarkat,” pungkas Syaiful Bakhri ketua LSM GMBI Distik Mojokerto Raya. Namun perlu diperhatikan, kemanfaatan proyek tersebut jarak antar dilatasi juga mempengaruhi efektifitas sambungan susut melintang.(one/tim)