Senin, 20 November 2023.
MOJOKERTO (majanews.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinkes PPKB menggelar Seminar Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia bertema ‘Sehat Jiwa Bagi Semua Orang’ berlangsung di Gedung MPP Gajah Mada lt.4, Senin (20/11/2023).
Wali kota Ika Puspitasari, hadir membuka forum yang diikuti ratusan siswa-siswi SMP/Mts dan SMA/SMK/MA se-Kota Mojokerto. Mengatakan, agar senantiasa menjalani kehidupan dengan bahagia.
“Yang paling penting, kebahagiaan kalian, itu harus selalu dijaga. Sejak kalian kecil sampai kalian nanti dewasa. Karena ini salah satu unsur yang paling menunjang keunggulan masa depan ketika kalian dewasa,” ujarnya.
Sebab jika masa anak-anak dipenuhi kesedihan, tekanan, kondisi lingkungan yang tidak mendukung, termasuk bullying, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mental saat dewasa, yang tentu berdampak pada kualitas SDM kedepannya.
Penyelenggaraan yang bertepatan pada peringatan Hari Anak Sedunia ini, wali kota juga menyoroti fenomena maraknya bullying yang terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Sehingga harapannya, forum ini juga menjadi salah satu upaya strategis agar berbagai pihak dapat turut mengatasi persoalan tersebut.
“Karena ini menjadi tugas kita bersama dalam menyiapakan kalian menjadi generasi emas 2045. Salah satunya anak-anak Indonesia, termasuk Kota Mojokerto harus bebas dari bullying,” tegas sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Mojokerto, Farida Mariana mengatakan, hari kesehatan jiwa sedunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Memang kejadian gangguan jiwa trennya semakin meningkat.

“Menurut hasil survey tahun 2018, sekitar 19 juta remaja mengalami gangguan mental emosional. Mungkin jika dilakukan survey lagi angkanya akan meningkat. Hal ini bisa terlihat dari media sosial yang menunjukkan adanya bullying hingga bunuh diri,” kata pidato pejabat Dinkes tersebut.
Masih dikatakan, tentunya ini menjadi perhatian Dinkes PPKB Kota Mojokerto. Makanya hari ini pihaknya melaksanakan seminar yang di khususkan untuk remaja sesuai arahan ibu Wali Kota Mojokerto.
“Pesan dari ibu Wali Kota Mojokerto adalah mengawal sisi psikologis remaja. Jadi ada remaja Kota Mojokerto yang sampai menyakiti diri,” sambungnya.
Lebih lanjut, kegiatan hari ini diikuti 225 peserta yang terdiri dari guru BK SMP dan SMA sederajat dan perwakilan 3 murid dari setiap SMP dan SMA sederajat Kota Mojokerto.
“Semoga seminar ini bisa memperkuat support system. Semoga murid-murid faham jika ada masalah berbicaranya kepada siapa,” harap Farida.
Perlu di informasikan, Dinkes PPKB juga mengundang Hannia Perwitasari, M.Psi.,Psikolig yang akan mengulas terkait Strategi Coping Stress Bagi Remaja.
Seminar juga diikuti oleh guru BK (Bimbingan Konseling) SMP/Mts dan SMA/SMK/MA se-Kota Mojokerto, perwakilan Dinas Dikbud, Kemenag dan Nakes bagian kesehatan jiwa dari puskesmas di Kota Mojokerto.(dak/adv)






