Kades Payungrejo Diduga Menjual Kursi Sekdes

Kades Payungrejo Diduga Menjual Kursi Sekdes
Lilik Nur Awiyah Kades Payungrejo, Kecamatan kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Saat dikonfirmasi majanews.com Rabu (2/12/2020) dikediamannya.

MOJOKERTO (majanews.com) – Tes Ujian Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), telah usai, tetapi kabar tidak sedap menerpa Kepala Desa (Kades) setempat. Kades berhijab tersebut Diduga menjual Kursi Sekdes di salah satu calon bernama Feridiyanto (22). Dugaan tersebut dengan metode menjual soal jawaban tes ujian Sekdes kepada peserta calon supaya lolos tes Sekdes dengan nilai terbaik.

Informasi yang masuk ke media ini, Kades Diduga telah memberikan jawaban soal tes yang akan diloloskannya, Kades melingkari satu nama calon, dia adalah Feridiyanto, sumber media ini menjelaskan. tidak tanggung-tangung untuk jual soal jawaban tes Sekdes Ratusan juta.

“Sebelum tes ujian Sekdes, Bu lurah pernah membicarakan yang lolos tes ujian sekdes adalah Feridiyanto,” beber sumber media majanews.com yang nama mewanti-wanti untuk dirahasiakan.

Masih sumber, dari 7 calon yang ikut ujian Sekdes nilai salah satu calon yang lolos tes adalah Feridiyanto, dengan nilai tertinggi 81. “saya heran saja mas, dari 6 calon yang tidak lolos itu kan ada yang sarjana, sekolah perguruan tinggi. Nilainya semua kalah bagus dengan Feridiyanto yang pernah disebut Bu lurah itu yang akan lolos tes,” jelas dia.

Ditempat terpisah, Lilik Nur Awiyah Kades Payungrejo membantah apa yang dipertanyakan media ini, “Itu tidak benar, Anak itu memang pintar, dia mungkin belajar sebelum tes ujian Sekdes,” bantah Kades, Rabu (02/12/2020) saat dikonfirmasi dikediamannya.

Lanjut Kades, yang bilang sebelum tes ujian sekdes, dirinya membicarakan yang lolos tes adalah Feridiyanto, Kades Juga membantah. “yang bilang seperti itu siapa, itu tidak benar. Saya tidak pernah bilang seperti itu,” elak Kades.

Hanya dana pelantikan Sekdes yang dibebankan kepada Feridiayanto senilai 80 juta Kades tersebut membenarkan, “Kalau itu memang benar, itu kan buat biaya lain-lain,” katanya.(dak/mif)