Ekonomi Lumpuh, Warga Ngetos Nganjuk Menunggu Janji Realisasi Bantuan Pemulihan Ekonomi BPBD Pemprov Jatim

Ekonomi Lumpuh, Warga Ngetos Nganjuk Menunggu Janji Realisasi Bantuan Pemulihan Ekonomi BPBD Pemprov Jatim

NGANJUK, (majanews.com) – Hampir 5 tahun setelah bencana tanah longsor melanda Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, warga masih setia menunggu realisasi janji dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur terkait bantuan modal usaha untuk pemulihan ekonomi.

Hasil informasi yang dikemas majanews.com, bencana tanah longsor yang terjadi pada 14 Februari 2021 silam menyebabkan 48 bangunan rumah rusak, 44 keluarga terdampak dan 19 orang Meninggal Dunia (MD). akibat musibah tanah longsor tersebut warga Dusun Selopuro kini telah dipindahkan ke lahan Perhutani.

Kendati demikian, untuk relokasi warga telah di bangunkan rumah baru yang diresmikan dengan nama Dukuhan Wonoasri. Namun, ekonomi mereka masih terlihat lemah dan membutuhkan bantuan untuk pemulihan.

Osmi, Kepala Dusun Selopuro, menjelaskan kepada majanews.com, pada tahun 2024 kemarin setidaknya ada 6 orang pegawai dari BPBD Provinsi Jawa Timur mendatangi warga Dukuhan Wonoasri untuk melakukan pendataan langsung di setiap rumah secara dor to dor.

“Tujuannya untuk menciptakan lapangan kerja dan memulihkan ekonomi bagi warga terdampak musibah. Namun, hampir setahun berlalu sampai hari ini 01/10/2025 pihak BPBD Provinsi Jawa Timur belum ada kabar kepastian yang jelas,” jelasnya, Kamis (2/10/2025).

Masih kata Osmi, kami mengusulkan beberapa kegiatan untuk membantu pemulihan ekonomi warga, membentuk kelompok dan ada kegiatan pekerjaan.

“Seperti halnya anyaman dan pendataannya per rumah, Kepala Desa Ngetos Pak Marno mengusulkan pembangunan pasar sebagai solusi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, setidaknya Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Nganjuk diharapkan dapat membantu dan menekan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk segera menindak lanjuti dan merealisasikan hasil pendataan pada tahun 2024. Dengan demikian, warga terdampak tanah longsor dapat memulai proses pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan mereka.(nyoto)