Aktivis Peduli Lingkungan Di Desa Ngembat Blentreng Gondang Mojokerto Kelola Dana Hibah Dengan Berternak Kambing

Streaming

MOJOKERTO (majanews.com) – Ternak kambing memiliki prospek usaha cukup menguntungkan, terlebih lagi pada saat menjelang Idul Adha. Tidak hanya itu saja, masyarakat Indonesia khususnya umat muslim juga menyelenggarakan acara aqiqah bagi anak-anaknya.

Trobosan beternak kambing tidak membutuhkan modal sebesar sapi dan lebih mudah terserap ke pasar karena tingkat permintaan yang selalu ada setiap saat. Di Indonesia mudah sekali menemukan penjual sate kambing yang sangat digemari. Belum lagi produk susu kambing yang semakin laris karena bagus untuk kesehatan. Peluang sebaik itu sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan.

Hal inilah yang membuat pasangan suami istri (Pasutri) aktivis dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Majapahit (PSPLM) geluti ternak kambing dengan memanfaatkan wilayah pegunungan.

Pasutri aktivis tersebut bukan hanya sekedar ternak, mereka melakukan adanya amanah dana bantuan dari Dompet Quran (DQ) Indonesia diperuntukan untuk warga di Desanya yang baru mu’alaf. Ia berbuat supaya bisa berkembang dana tersebut dengan berkah.

Udara sejuk dan segar di pagi hari di Dusun Ngembat, Desa Blentreng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. dengan dikelilingi perbukitan dan banyaknya pepohonan menambah asri Desa setempat. Pada kesempatan ini, Suwarti, selaku Ketua LSM PSPLM mengajak kuli tinta media ini melihat secara langsung aktivitasnya sehari-hari.

“Ya begini mas kalau nggak ada kegiatan sosial diluar yang bergerak dibidang lingkungan, saya dan suami sering menghabiskan waktu disini,“ jelasnya, sambil membersihkan kandang kambing tak jauh dari rumahnya, kamis (12/05/2022) pagi.

Lebih lanjut, usaha ternak kambing tersebut dirinya termotivasi karena didesanya banyak mu’alaf yang baru memeluk agama islam, sekitar 56 orang, dan dirinya ditunjuk sebagai kordinator mu’alaf. setelah hampir 3 bulan teman-teman mendapatakan bantuan zakat dari Dompet Quran Indonesia (DQ), uang tunai sebesar Rp.30 juta sebagai modal untuk membeli kambing.

Sebelumnya, Suwarti bersama sang suami akhirnya mempunyai ide bahwa dana dari zakat DQ supaya bisa lebih manfaat dana tersebut, dan dibelikanlah kambing dengan cara diternak.

“Kita punya inisiatif bersama suami supaya dana zakat ini bisa dikembangkan dan merata, dana 30 juta kita belikan kambing dapat 15 ekor akhirnya kami rawat,“ tutur Suwarti.

Bukan hanya Pertenakan kambing saja ide dari pasangan aktivis tersebut, mereka berdua juga berkeinginan meningkatkan perekonomian di Desanya.

“Kedepan kita bisa meningkatkan ekonomi dan kita berinisiatif karena ini untuk mu’alaf Desa Ngembat kita mau meningkatkan perekonomian di Desa kami sendiri,” pungkas nahkoda srikandi.(ben/tim)