Galian Diduga Ilegal di Desa Sumberkembar Pacet Mojokerto Terkabar Pejabat Desa Terlibat

Galian Diduga Ilegal di Desa Sumberkembar Pacet Mojokerto Terkabar Pejabat Desa Terlibat
Streaming.

MOJOKERTO, (majanews.com) – Keberadaan tambang galian C diduga ilegal di Dusun Jinggring, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terkabar pejabat Desa setempat diduga terlibat.

Informasi yang berhasil dihimpun majanews.com, Tomi mengatakan, kegiatan tambang diduga kuat tidak memiliki dasar perizinan, dan ada pejabat Desa Sumberkembar yang ikut bermain.

“Kalau dengar-dengar miliknya pak Polo Tholib, kalau dibelakangnya pak Polo Tholib tidak tahu saya. Kalau izin, tidak ada. Hanya atensi seperti biasanya,” ujar Tomy saat dikonfirmasi majanews.com melalui sambungan telepon aplikasi wathshap. Pada Selasa (7/10/25) lalu.

Tomy juga menegaskan, bahwa material yang diambil dari lokasi tersebut hanya terbatas pada tanah urug, tanpa adanya batu. Ia mengaku pernah mengurus perizinan untuk lahan di area tersebut, yang menurutnya mencakup area yang cukup luas.

“Pernah saya uruskan izin, itu tanah sampai selatan kena semua. Minimal kan 5 hektar, kalau diizinkan semua kena plot semua sampai jalan selatan sana,” tegasnya.

Terpisah, majanews.com berhasil konfirmasi di Kantor Desa Sumberkembar. Supaji, yang mengaku Kaur Umum mengatakan, bahwa pihak desa sama sekali tidak pernah menerima laporan atau pemberitahuan mengenai aktivitas galian C tersebut.

“Tidak pernah dilapori sama sekali kalau soal galian, ya lebih dari 2 bulanan berjalan,” ungkap Supaji saat ditemui majanews.com diruang kerjanya di Balai Desa Sumber Kembar, pada Selasa (7/10/25) siang.

Menurut Supaji, aktivitas penambangan yang sedang berlangsung kepemilikan lahan tambang disebut tidak jelas.

“Kalau dulu miliknya orang Surabaya, kalau sekarang saya tidak tahu. Katanya ada juga miliknya orang Pandan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan karena desa juga tidak mendapatkan manfaat apapun dari keberadaan tambang yang diduga ilegal itu. Supaji juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama kejadian serupa.

“Pokoknya Desa tidak pernah dikasih tau. Pernah dulu banyak galian di sekitar sini, Desa tidak pernah dikasih tahu,” keluhnya. Disinggung keterlibatan pejabat Desa Supaji juga kurang tahu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemilik lahan atau operator tambang yang dituju. Ikuti berita lanjutan dan menarik lainnya hanya di majanews.com.(ben/tim)