MOJOKERTO, (majanews.com) – Roni Kepala Desa (Kades) Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Telah didatangi puluhan warga saat di balai Desa setempat. Kedatangan warga tersebut telah mewakili dari semua Dusun yang ada di Desa Punggul tentang persoalan rotasi jabatan perangkat yang akan diputusi Kades.
Dalam kedatangan warga telah ditemui Roni Kades bersama jajaran Pemerintahan Desa (Pemdes) juga didampingi dari anggota Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) dan duduk bersama di pendopo Desa Punggul, Pada Jumat (4/7/2025) pagi.
Warga masyarakat Desa Punggul juga membagikan selembaran tuntutan yang di sepakati oleh semua warga dengan isi surat sebagai berikut.
Dengan ini kami memberitahukan bahwa dalam rangka mensukseskan program-jalur Mutasi Jabatan, maka dari itu kami semua warga masyarakat Desa Punggul sangat sangat tidak setuju.
Akan tetapi apa yang terjadi kegiatan tersebut akan dilaksanakan sendiri oleh Bapak Kepala Desa tanpa melalui mekanisme yang ada yaitu Pengangkatan Perangkat melalui Jalur Penjaringan Perangkat Desa dalam Jabatan Kaur Keuangan dan tuntutan kami sebagai warga masyarakat Desa Punggul antara lain;
- Agar dibukanya penjaringan Kaur Keuangan secara umum melalui mekanisme ujian Perangkat Desa.
- Menolak keras adanya mutasi jabatan, biar semua warga masyarakat ikut serta dalam kompetisi ujian seleksi tersebut.
- Menginginkan kedisiplinan Perangkat Desa Punggul dalam pelayanan masyarakat agar bisa maksimal demi evisiensi / evektivitas pelayanan masyarakat yang lebih baik.
- Untuk menghindari adanya perangkat desa yang rangkap jabatan didalam lembaga Pemerintahan Desa Punggul demi kepentingan pribadi dari salah satu Perangkat Desa tersebut, dan biar tidak terkesan didominasi oleh seseorang, agar masyarakat Desa Punggul bisa ikut berpartisipasi karena bayak putra putri Desa Punggul lulusan Sarjana dan Ahli dalam bidang IT.
Memang dalam hal pengangkatan perangkat/mutasi jabatan secara undang-undang adalah hak prerogatif dari seorang Kepala Desa, akan tetapi mohon kiranya aspirasi kami masyarakat Desa Punggul di dengar sebagai bahan evaluasi Bapak Kepala Desa.
Atas surat warga juga apa yang disampaikan dalam forum, Kades menanggapi dan akan mempertimbangkan apa yang di soal warga.
“Rotasi tidak setuju, saya ingin pembaruan regenerasi untuk masyarakat generasi muda. kita banyak pemuda Desa Punggul yang jos, kita jangan mendoktrin seseorang. Desa Punggul tidak bisa warga Desa Punggul harus bisa,” jelas Agus warga dari Dusun Ngepung Desa Punggul saat dimintai keterangan majanews.com saat selesainya audensi di balai Desa.
Masih dikatakan, jangan mengandalkan satu orang, dua orang, kita tahun ini, hari ini dan seterusnya pemerataan itu perlu pak perlu, hanya mendoktrin seseorang yang pandai itu bukan sekarang. itu udah 10 tahun yang lalu, tinggalkan 10 tahun yang lalu, yuk kita berjuang demi masa depan Desa Punggul yang lebih cerah.
Ia juga menegaskan, Dusun Ngepung sendiri menghendaki Bu Ana, Bu Ana adalah kepala Dusun Ngepung yang akan di mutasi oleh Kades di kaur keuangan.
“ Bu Ana memang terbaik di Ngepung, masalahnya begini, saya sebagai masyarakat yang paling kecil bisa merasakan begitu dahsyatnya kepemimpinan Bu Ana,” ucap Agus.
Lebih lanjut, sebagai warga Dusun Ngepung merasa keberatan Bu Ana pindah ke Desa (Kaur Keuangan), mendingan Bu Ana sampean pinjam untuk mempelajari orang baru, hanya itu yang kami inginkan.
“Saya sebagai perwakilan warga masyarakat Dusun Ngepung itulah unek – unek, rasan – rasan yang dilontarkan ke saya, saya hanya mewakili,” tegas Agus.
Agus juga berharap, apa yang menjadi niat kades supaya di gagalkan dalam mutasi kursi perangkat, dan supaya dilakukan pemilihan atau ujian seperti Desa lain.
“Harapannya intinya Desa Punggul yang lebih baik supaya tidak tertinggal sama Desa lain,” pungkasnya..
Dalam kesempatan yang sama, Roni Kades juga memberikan keterangan atas protes warga dengan rencana mutasi jabatan Pemdes Punggul yang mana warga tidak menghendaki.
“Bukan protes hanya inspirasi masyarakat yang saya tangkap seperti itu, untuk peralihan mutasi ini memang dilema bagi saya dilain pihak saya membutuhkan orang yang berkopetensi untuk menduduki tepat itu, tapi dilain pihak masyarakat tempatnya tidak boleh diganti,” ujar Kades.
Masih dikatakan, saya tidak menginginkan Desa ini terjerat hukum untuk proses keuangan dan lainnya, biar lebih lancar dan lebih tertib, lebih rinci, dan sekaligus juga kita menghadapi era yang lebih tinggi, nanti saya tidak menginginkan seperti itu.
“Saya menginginkan langsung jadi dan lain sebagainya nanti tolong nanti bisa dipelajari di belakangan, kalau ngajari orang lagi mohon maaf rasanya kayak kapok,” katanya.
Kendati demikian, ada dua program alur rotasi, dan alur perekrutan dari awal saya menginginkan alur mutasi, mengingat dan menimbang ada satu perangkat.
“Saya yang sudah mumpuni itu pun sudah melalui proses pembelajaran tidak satu tahun, dua tahun pembelajarannya itu,” pungkas Roni Kades Punggul.(mif/tim)








