Progres Proyek Dibawah Rata Rata, Pekerjaan Jembatan Kutorejo Nganjuk Berpotensi Molor

Progres Proyek Dibawah Rata Rata, Pekerjaan Jembatan Kutorejo Nganjuk Berpotensi Molor

NGANJUK, (majanews.com) – Proyek pembangunan rekontruksi jembatan di Desa Kutorejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk yang memiliki masa waktu kerja 240 kalender, terhitung sejak 11 Maret 2025, diduga kuat akan mengalami gagal progres, ironisnya proyek yang sudah berjalan selama185 hari kerja masih mencapai progres 40 persen.

Hasil investigasi majanews.com, serta dikuatkan multi tafsir penilaian secara independent, dilokasi pekerjaan pada Rabu (10/9/2025) terpantau masih memiliki beberapa kekurangan pekerjaan yang bersifat kategori berat, bukan hanya itu, bahkan memerlukan waktu yang cukup panjang. artinya PT. Dwi Mulyo Lestari terhitung hari ini masih memiliki masa waktu kerja selama 55 hari kalender.

Namun, kekurangan ini meliputi seperti halnya pihak rekanan belum melakukan pembongkaran kaki jembatan, selain itu belum ada upaya penanganan pembangunan pondasi plengsengan sebagai sayap jembatan, juga kondisi cuaca memasuki musim hujan sebagai penentu nasib pekerjaan proyek.

Bisa dipastikan, proyek pembangunan jembatan Kutorejo yang menelan anggaran hampir mencapai angka 23 milyar akan berpotensi mengalami kegagalan progres 100 persen yang tercatat pada masa jangka waktu yang telah di tentukan, serta berakhir pada tanggal 05/11/2025 yang akan datang.

Sesuai hasil papan nama proyek yang terpampang sebagai sumber informasi publik, bahwa pekerjaan proyek rekontruksi jembatan Kutorejo Bagor di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam naungan kendali Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, dalam pengerjaan memiliki tanggal kontrak awal kerja pada 11 maret 2025 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.

Anggaran pengerjaan proyek memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 22.811.680.976.20 (Dua Puluh Dua Milyar, Delapan Ratus Sebelas Juta Rupiah, Enam Ratus Delapan Puluh Ribu, Sembilan Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah). dari Sumber Dana DPA SKPD DPUBM Provinsi Jawa Timur TA 2025, Pelaksana PT. DWI MULYO LESTARI.

Pamungkas, salah satu pegawai yang mengaku rekanan konsultan supervisi PT. Bhakti Persada saat dikonfirmasi majanews.com mengakui bahwa terhitung sampai (10/09/2025) hari ini capain progres pekerjaan mencapai 40 persen.

Ironisnya, dirinya membantah keras bahwa proyek jembatan Kutorejo di bawah pengawasan nya akan mengalami gagal progres, bahwa ia berdalih dan membantah bawa pekerjaan jembatan Kutorejo akan mengalami gagal progres.

“Kita dalam mengerjakan proyek ini ada proses penilaian capaian progres mingguan dan bulanan, apa bila ada deviensi minus pada tiap hitungan minggu pasti akan di tegur. jadi walaupun sampai saat ini masih mencapai progres 40 persen bisa di katakan masih aman,” ujarnya.

Saat disinggung majanews.com pihak pelaksana belum melakukan dan memulai pembangunan plengsengan batu bagian dari sayap penguat jembatan, Pamungkas kembali menjelaskan pembangunan plengsengan batu sebagai sayap jembatan dikerjakan tidak semuanya.

“Yang dikerjakan cumak di bagian selatan, jadi semua target pembangunan bisa di tempuh sampai bulan november 2025 yang akan datang.jembatam Kutorejo ini memiliki volume panjang 60 meter dan lebar 9 meter,” pungkas pegawai PT. Bhakti Persada.(nyoto)