NGANJUK, (majanews.com) – Asal usul proyek pembangunan badan jalan di Dusun Pandan Sili Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom Nganjuk layak dipertanyakan, diketahui bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah memprioritaskan pembangunan Talud yang dinilai suatu kebutuhan yang tidak mendesak dibanding membangun jalan rusak yang dibutuhkan Masyarakat.
Hal ini terbukti berdasarkan hasil investigasi majanews.com, kerusakan jalan di Dusun Wonoasri Desa Ngadirejo Tanjunganom tersebut telah lama dikeluhkan para pengguna jalan umum, fakta realita kondisi jalan tersebut berlubang dan rusak berat yang dapat menghambat aktivitas sehari hari. Namun Dinas PUPR diketahui justru merealisasi proyek pembangunan badan jalan yang sifatnya jauh dari urgensi dan kebutuhan masyarakat umum.
Fakta di lapangan, sesuai hasil papan nama informasi proyek pekerjaan pembangunan pengaman badan jalan Desa Ngadirejo di bawah pemangku Dinas PUPR Nganjuk dan dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Buana Sakti dengan nilai SPK Rp.227.092.795 dengan jangka waktu masa kerja selama 46 hari kalender.
Menanggapi polemik tersebut, Siswo Kepala Desa (Kades) Ngadirejo Kecamatan Tanjunganom saat dikonfirmasi majanews.com melalui Chat aplikasi WhatsApp (WA), apakah pembangunan pengaman badan jalan apakah suatu usulan Musrenbang Pemerintahan Desa (Pemdes) Ngadirejo atau hasil dari aspirasi wakil rakyat DPRD Kabupaten Nganjuk.
Dalam pembalasan Chat WA, orang nomor satu di Pemdes Ngadirejo mengaku bahwa dirinya tidak tau asal usul pekerjaan proyek pembangunan badan jalan tersebut, “Maaf kalau masalah itu saya kurang tau, dan setau saya itu memakai anggaran yang bersumber dari Daerah Kabupaten Nganjuk,” Tulis Siswo kepada majanews.com minggu lalu.

Dihari yang sama, untuk menyikapi persoalan asal usul proyek pembangunan badan jalan di Desa Ngadirejo, majanews.com berusaha mengkonfirmasi kepada Adi, ia Aparatur Sipil Negara (ASN) bagian kepegawaian di Dinas PUPR Nganjuk. melalui pesan WA nomer pribadinya, dan sayangnya majanews.com tidak mendapat balasan.
Selanjutnya, majanews.com pada Senin (24/11/2025) berusaha mengkonfirmasi dengan cara berkunjungi Dinas PUPR Nganjuk, dan sangat di sayangkan orang yang dinilai memiliki peran penting dan sering berhadapan dengan awak media sedang tidak ada di ruangan tempat kerja.
Perlu diketahui, menyoroti proyek pembangunan badan pengaman di Desa Ngadirejo bagian dari pentingnya transparansi dan akuntabilitas tentang asal usul proyek tersebut, Komunikasi yang kabur dan proses yang tidak terbuka dapat menimbulkan ketidakpercayaan bagi publik.
Meskipun begitu, majanews.com akan terus memantau perkembangan keterbukaan informasi dan membuka ruang hak jawab bagi Dinas DPUPR dan bagi yang berkepentingan, membuka hak jawab melalui Email resmi redaksi majanews.com.(nyoto)








