NGANKUK, (majanews.com) – Rita, wanita janda asli warga jalan imam Bonjol RT.01 RW.01 Kelurahan Payaman Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, luput dari sentuhan bantuan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Nganjuk. Ironisnya, sudah 3 kali diajukan bantuan namun hanya mendapat pengambilan foto dan dokument data tanpa ada realisasi penanganan.
Fakta dilokasi, majanews.com mendatangi diaman Rita, salah satu RTLH, pada Sabtu (16/08/2025), kondisi rumah Rita yang beralamat di jantung perkotaan Kabupaten Nganjuk terlihat sangat memperihatinkan. hal ini seperti yang terlihat jelas, ukuran tinggi atap rumah depan dan belakang hanya memiliki ketinggian kurang dari 2 meter.
Bukan hanya itu, dinding rumah Rita terbuat dari anyaman bambu dan papan kayu, serta jarak halaman rumah depan dengan tetangga memiliki panjang 1 meter. rumah hunian yang memiliki ukuran 7 m x 7 m terlihat beberapa atap rumah hanya di sangga dengan memakai bahan bambu.
Informasi yang diterima majanews.com, untuk upaya pengajuan dari pihak Kelurahan Payaman dan Kecamatan Nganjuk berdasarkan surat sudah 3 kali dilayangkan.Surat tersebut ditanda tangani oleh Hari Moektiono S.STP. M.AP selaku Camat Kota Nganjuk sejak dan Kepala Kelurahan Payaman, pada tanggal 10 Juni 2024 yang lalu, surat ditujukan kepada Kepala BAZNAS dan pada tanggal 13 Juni 2025 surat juga dilayangkan dan di tujukan kepada Dinas PRKPP Kabupaten Nganjuk.
Namun, beberapa surat yang sudah dilayangkan dan tertuju hingga hari ini 16/08/2025 tidak ada kabar jawaban kepastian untuk upaya penanganan pembangunan yang masuk di program bedah rumah atau RTLH, artinya beberapa surat yang di permohonkan terkesan sia sia dan mubadzir.
Rita pemilik rumah tak layak huni di hadapan majanews.com mengaku, ia sudah beberapa kali di datangi dari pihak pihak yang memiliki kewenangan masalah bedah rumah.
“Saya sudah di foto dan di mintai dokument, namun sampai saat ini tidak ada kelanjutan dan kejelasan yang pasti,” ulanya.
Lebih lanjut, sebenarnya dengan kedatangan petugas yang sudah surve ke rumah Rita tidak ada kepastian, ia berharap mendapatkan bantuan bedah rumah.
“Saya pun juga sangat berharap adanya realisasi bedah rumah, tapi sampai saat ini juga tidak ada kabar dan kejelasan yang pasti,” keluh Rita dengan nada lirih.
Pengakuan Rita juga di kuatkan oleh Darminto selaku Ketua RT setempat, menurut Darminto memang benar rumah hunian saudara Rita sudah pernah di datangi dan di foto sebagai bukti dokumentasi sebagai syarat pemohon.
“Sayangnya sampai sekarang juga tidak ada kejelasan yang pasti, kami sebagai RT sangat berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk agar segera mengupayakan bantuan program bedah rumah kepada Rita,” harap RT tersebut.
Kendati demikian, Ketua RT menilai rumah Rita wajib mendapatkan bantuan bedah rumah, karena kondisi rumah Rita memang tidak layak huni.
“Kalau musim hujan sering bocor, lagi pula Rita juga seorang janda yang saat ini masih menghidupi keluarga, kondisi rumahnya memang benar benar memperihatinkan,” pungkas Darminto Ketua RT.(nyoto)








