MOJOKERTO, (majanews.com) – Keberadaan Sekolah Kelompok Bermainan (KB) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Beberapa hari ini menjadi rasan rasan miring oleh para Ibu guru sekitar, pasalnya. dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) KB/PAUD yang dipegang Kepala Sekolah (Kepsek) ada dugaan rekayasa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
Bukan hanya itu, muncul bukti ada kegiatan pengadaan barang disinyalir kuat juga fiktif dan ada juga pemalsuan tanda tangan dalam kegiatan tersebut.
Informasi yang diterima redaksi majanews.com, MT bukan nama sebenarnya membeberkan, sekolah PAUD di Desa Randugenegan, Kecamatan Dlanggu ada dugaan rekayasa LPJ BOP yang disinyalir kuat dilakukan oleh Kepsek.
“Indikasi penggunaan tanda tangan palsu dalam dokumen keuangan hingga praktik pengadaan barang dan jasa fiktif,” buka MT kepada majanews.com, saat ditemui dikediamannya, pada Sabtu (1/11/2025) malam.
Masih dikatakan, persoalan ini mengemuka saat proses akreditasi sekolah berlangsung, pola pengelolaan dana yang dinilai juga tidak transparan.
“Setiap dana BOP turun, dana tersebut dipindahkan dari rekening koran dengan alasan untuk keperluan belanja alat tulis seperti krayon, buku gambar, dan buku tulis kepada Bu Rima yang merupakan kepala sekolah,” sambung MT.
Lebih lanjut, kita tidak pernah menerima barang-barang tersebut, sehingga tidak ada bukti penerimaannya.
“Kita hanya melakukan pemindahan rekening koran saja, kita pun tidak tahu laporan dan uang sisanya ada berapa,” tegas MT.
Hal senada dikatakan TT, meski akuntabilitas penggunaan dana BOP dipertanyakan, fasilitas dan perlengkapan sekolah terbilang lengkap. Namun, menurut TT kelengkapan itu justru bersumber dari dana lain.
“Memang peralatan dan perlengkapan sekolah sudah lengkap, namun itu dilengkapi oleh Dana Desa (DD),” papar TT.
Adanya hal itu, tim majanews.com mendatangi sekolah untuk mengkonfirmasi kepada kepsek PAUD. Namun, Kepsek sudah meninggalkan kantor ujar Guru yang ada dikantor tersebut. Pada hari Selasa (4/11/2025).
Hari ini, tim majanews.com kembali mengkonfirmasi ulang kepada Kepsek PAUD yang ada di Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu itu, salah satu guru TK di lokasi mengatakan, “Bu Rima tidak masuk hari ini, orangnya kontrol habis kecelakaan,” ujarnya, pada Kamis (6/10/2025) pagi.
Hingga berita ini diturunkan, majanews.com belum mendapatkan klarifikasi resmi kepada Kepsek Sekolah PAUD Desa Randugenengan. Ikuti berita lanjutan dan menarik lainnya hanya di majanews.com.(mif/tim)








