Program Bedah Rumah di Kota Mojokerto Terkabar ada Oknum, Matrial Bangunan Hanya Boleh Beli di Toko Khusus

Program Bedah Rumah di Kota Mojokerto Terkabar ada Oknum, Matrial Bangunan Hanya Boleh Beli di Toko Khusus
Streaming

MOJOKERTO, (majanews.com) – Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) tahun 2025 di wilayah Kota Mojokerto Jawa Timur, terkabar ada oknum dalam pelaksanaan. pasalnya, ada dugaan permainan tentang pembelian matrial bahan bangunan diperuntukan penerima bedah rumah, matrial bangunan tersebut harus beli dari toko yang sudah di rekom.

Informasi yang diterima redaksi majanews.com, BG bukan nama sebenarnya mengatakan, penerima bantuan bedah rumah BRS dalam pembelian matrial bangunan hanya boleh di Toko yang direkom yang ada di wilayah sekarputih Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.

“Sudah ditentukan kalau soal matrial bangunan bedah rumah, di Matali pemilik toko bangunan yang ada di sekarputih,” buka BG kepada majanews.com, pada Minggu (14/9/2025).

Ia juga menambahkan, semua matrial yang mengirim itu dari toko bangunan milik Matali, yang saya tahu sejak tahun 2019 lalu.

Adanya hal itu, majanews.com berhasil mengkonfirmasi Toko bangunan milik Matali yang ada di jalan raya Sekarputih yang dikatakan sumber. penjaga toko yang mengaku anak Matali mengamini bahwa matrial bangunan bedah rumah yang ada di Kota Mojokerto itu ia yang menyuplai.

Untuk wilayah magersari yang mendapatkan bantuan bedah rumah semua membeli di toko galangan milik Matali, ia juga merinci ada 30 penerima bedah rumah.

“Boten sedanten pak, kaleh meriko dibagi, wilayah kulon, fahmi ambek rejo agung,” kata Anak Matali dengan mempunyai arti, Tapi tidak semua, dibagi wilayah barat kalau yang barat Fahmi sama Rejo Agung. Senin (15/9/2025) saat di Toko yang ada di jalan raya Sekarputih.

Matali juga mengatakan, dalam pembelian bahan bangunan tergantung penerima bantuan, soalnya miliknya ikut tender.

“Kan persetujuan penerima bantuannya dan kita juga mengikuti tender. Ya kita harganya yang paling murah dan memiliki izin yang lain tidak memiliki izin dan juga kita mau meminjami,” ujar Matali.

Masih dikatakan, untuk tahun ini menerima 34 bangunan, Pertama ya menawarkan harga dulu, awalnya dari ketua regu dari Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengajukan harga toko – toko dan juga bukan saya saja.

“Setelah itu mengisi daftar harga lalu masuk baru ditunjuk oleh Perkim, Yang saya ketahui pendampingnya bernama pak Dian sama pak Bagus tidak melalui Dinasnya tapi melalui PNL katanya,” pungkas Matali.

Perlu diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) tahun 2025. Sebanyak 137 rumah tidak layak huni milik warga berpenghasilan rendah akan diperbaiki, dengan total anggaran mencapai Rp3,087 miliar.

Setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan senilai Rp21 juta, yang terdiri dari Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp3,5 juta untuk upah tukang.(mif/tim)