Mengenal Alur Kerja Layanan Kesejahteraan Sosial Pasuruan, Begini Tanggapan Warga

Saikhu datang ke Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. warga kecamatan kraton ini untuk meminta bantuan.

PASURUAN (majanews.com) – Bantuan bagi masyarakat kurang mampu oleh pemerintah Indonesia terealisasi dalam beberapa jenis program, akan tetapi validasi data masih menjadi PR seluruh pihak terkait. P0asalnya masih banyak yang layak memperoleh bantuan namun tidak memperolehnya dan sebaliknya.

Hal tersebut di tuturkan oleh Syukron, THL Bidang Fakmis Dinas Sosial (Dindos) Kabupaten Pasuruan, saat di temui majanews.com di taman Dinsos Pasuruan Kamis (22/09/2022).

“Sebelum penerima manfaat dapat mengajukan bantuan-bantuan dari pemerintah yang bersangkutan harus telah terdaftar namanya di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” terangnya.

DTKS menjadi dasar utama seluruh program kesejahteraan oleh pemerintah Indonesia.
Lebih lanjut ia katakan, setelah seorang warga telah masuk namanya di DTKS ia bisa berproses mengajuan bantuan dari program-program pemerintah yang ada sesuai dengan alur dan syarat dari program masing-masing.

“Setiap program kesejahteraan sosial, di gawangi oleh dinas dan bidang yang berbeda, oleh karenanya pengajuan pun harus melalui bidang terkait,” tutupnya.

Saat ini masyarakat bisa mengusulkan dan menyanggah Penerima Manfaat melalui aplikasi Usul-Sanggah yang di buat oleh Kemensos RI pusat, hingga setiap orang bisa ikut berperan untuk memperbaiki data penerima manfaat agar sesuai (Tepat sasaran) dengan menyanggah mereka yang mendapatkan bantuan padahal status sudah tidak layak menerima, dan sebaliknya mengusulkan yang layak menerima namun belum mendapatkan bantuan pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Saikhu datang ke Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. warga kecamatan kraton ini untuk meminta bantuan agar salah satu tetangganya yang sangat memprihatikan keadaan nya bisa mendapatkan bantuan.

“Saya datang ke sini untuk kesekian kalinya untuk memohon bantuan bagi tetangga saya yang sangat layak untuk di bantu,” terangnya kepada majanews.com, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga :  Keterangan Sekretaris PP Dacil Al-Akbar, Kadis DPMPTSP Merasa Dibohongi

Kemudian ia juga menegaskan bahwasanya telah melalui prosedur sejak tahun 2020 namun apa yang di usulkan belum juga mendapatkan bantuan.
“Sejak 2020 kami mengusulkan dan mengikuti seluruh prosedurnya, namun hingga kini belum ada hasil,” terangnya dengan raut kecewa.

Perlu di informasikan, Melalui sharing tersebut di jelaskan bahwasanya, ada beberapa program kesejahteraan sosial yang mungkin bisa di akses masyarakat antara lain:

  1. KIS
  2. BPNT, Bantuan pangan non tunai bagi mereka yang miskin dan rentan miskin
  3. PKH, ada komponen yang harus ada untuk jenis bantuan program ini, mibimal 1 yaitu; Anak sekolah, ibu h.amil, lansia, Disabilitas, Balita Kemensos
  4. BLT BBM (Bersifat insidentil).
  5. RTLH yang di gawangi oleh Dinas PERKIM (Perumahan dan Permukiman).
  6. KIP (Kartu Indonesia Pintar) ranah dari Kemendikbud.(ali/tim)