Terjerat Rentenir Di Desa Lebakjabung Jatirejo Mojokerto, Korban Mengadu Kepada Awak Media

Streaming

MOJOKERTO (majanews.com) – Dalam istilah Rentenir adalah, yang tentunya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali orang terjerat tagihan pinjaman dari rentenir lantaran memiliki keperluan dana mendesak. Ya, rentenir adalah jalan pintas untuk sebagian orang ketika ingin memenuhi kebutuhan tersebut dengan cepat. Begitulah yang di alami IS warga Desa Dinoyo yang terjarat Rentenir, akibat yang di alaminya dirinya mengadu kepada majanews.com.

Sebut saja, IS, seorang warga desa asal Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Telah terjerat utang piutang menurutnya dengan bunga yang cukup menjerat leher, hal inilah yang membuat IS mengadu kepada awak media ini beberapa minggu yang lalu juga meminta pertolongan kepada kepala dusun lebakjabung.

Aduan yang diterima redaksi majanews.com, IS telah meminjam uang sebesar 3 juta kepada YN yang beralamat di Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

“Hutang saya tiga juta sudah saya lunasi, tetapi tidak dikembalikan anggunan saya, dan saya dimintai uang lagi untuk bunganya,” papar IS dengan nada lesu kepada majanews.com beberapa minggu yang lalu.

Masih IS, meskipun dirinya beritikad baik mau memberikan bunga tambahan sebesar Rp.300 ribu. Tetapi YN menolak dengan alasan bunganya hutang harus di tambah. Karena dalam hutang IS sebesar 3 juta hanya menerima Rp.2.100.000, (dua juta seratus ribu rupiah).

Akhirnya IS meminta pertolongan kepada Kepala dusun setempat untuk meluruskan hutangnya kepada YN, karena IS merasa keberatan atas permintaan bunga hutang piutang yang menurutnya terlalu tinggi, tetapi upaya kasun tidak di hiraukan oleh YN.

Adanya aduan tersebut, majanews.com bersama media lain mengkonfirmasi kepada YN yang di sinyalir kuat melakukan praktek Rentenir. Ia mengatakan, bahwa dirinya kecewa di saat IS mendatangi Pak Polo atau kepala Dusun (kasun) setempat, seharusnya IS datang sendiri kepada dirinya, Karena hutangnya tidak ada hubungannya dengan Pak Polo (kasun).

Baca Juga :  Hari Jadi Kejaksaan RI Yang Ke-62, Kajari Kabupaten Mojokerto Sambangi Ponpes Yatim Yaisra

“Seharusnya ke saya sendiri terus dibicarakan, satu tahun saya menagih bolak balik juga bertengkar, saya juga uang pinjam, namanya juga kerja sebagai perantara,” jelasnya saat di konfirmasi di kediamannya di dusun lebak, desa lebakjabung, Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Selasa (13/9/2022), juga didampingi sang suaminya YN.

Dari aduan IS ada potongan pinjaman di depan juga diamini oleh YN, di saat IS hutang sebesar 3 juta, dan dirinya mengakui telah memotong Rp.900 ribu, tetapi dengan kesepakatan. Akhirnya IS menerima pinjaman uang tunai dari YN sebesar Rp.2.100.000,- (dua juta seratus ribu rupiah).

“Jasane besar ini Mbak IS, kalau mau silahkan tidak ya ndak apa-apa,” cetusnya.

Disinggung apa yang menjadi anggunan IS kepada dirinya untuk melakukan pinjaman uang, dirinya menjelaskan yang di buat anggunan adalah sebuah surat berharga berupa ikatan jual beli tanah.

“Kalau tetangga sendiri tidak ada jaminan, cuman Mbak IS tidak kenal jadi saya terima jaminannya,” ujarnya.

Sebelumnya, majanews.com bersama media lain mendatangi ke kediaman Junaidi selaku Kepala Dusun Lebakjabung untuk meminta keterangan terkait permasalahan yang di hadapi IS, karena sebelumnya IS meminta kasun meluruskan permasalahannya dengan hutang yang telah lunas kepada YN, tetapi anggunan tidak dikembalikan.

“Aslinnya bunga hutang sudah pantas, Mbak IS menambahi tiga ratus ribu, tetapi Mbak YN tidak mau,” jelas kasun saat dimintai keterangan majanews.com bersama media lain, Selasa (13/9/2022).

Ia menambahkan, untuk status utang piutang tidak ada sangkut paut di pihak desa, tetapi sebagai kepala dusun dirinya berusaha membantu persoalan warganya tersebut.

“Itu sudah di lunasi pokoknya hutang sebesar tiga juta, tetapi anggunan tidak dikembalikan, dan mbak IS datang ke saya minta tolong. Dari keterangan Mbak IS hutangnya tiga juta menerima dua juta seratus,” sambungnya.

Baca Juga :  Sekjen PD Mojokerto MIO Indonesia, Ucapkan Selamat dan Sukses Terbentuknya PD Jombang MIO Indonesia

Ia menambahkan, Kasun tersebut juga pernah mengingatkan kepada YN yang merupakan warganya sendiri itu, untuk permasalahan utang piutang jangan sampai menjadi persoalan, soalnya usaha yang digeluti YN adalah ilegal.

Perlu di informasikan, otoritas keuangan seperti OJK sebetulnya tidak menyarankan menggunakan jasa rentenir. Sebab, tingkat bunga dari jasa rentenir adalah hal yang sangat berisiko. Ya, beban bunga rentenir bisa dibilang cukup besar dibandingkan bunga perbankan, ikuti berita menarik lainnya hanya di majanews.com.(ben/tim)