Warga Resah Akibat Limbah Cair Industri Ayam Petelur di Desa Bening Gondang Mojokerto, Diduga Dibuang Di Saluran Irigasi

Streaming

MOJOKERTO (majanews.com) – Industri ayam petelur diketahui milik CV. Luky Prima Unggas yang ada di Dusun Bacem / Sumbersari Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Beberapa minggu ini menjadi bahan omongan miring oleh warga sekitar. Pasalnya, pihak pemilik tidak mengindahkan kebersihan serta dituding sering menjadi tempat berkembangnya virus bau menyengat, sehingga hal negatif (terdampak) dirasakan oleh warga sekitar.

Bukan hanya itu, limbah berbentuk cair dengan warna kehijauan diduga disengaja telah dibuang dengan di alirkan ke irigasi menuju ke pemukiman warga, sehingga yang terdampak warga sekitar.

Informasi yang di terima majanews.com, Industri ayam petelur di Dusun Bacem / Sumbersari Desa Bening Kecamatan Gondang diketahui sang bos bernama Luky (CV. Luky Prima Unggas) disinyalir kuat telah membuang limbah kotoran ayam dengan disengaja di saluran irigasi vasilitas umum (vasum) warga. limbah tersebut berbentuk cair dengan warna kehijuan dengan bau yang sangat menyengat.

“Kalau membuang limbah sembarangan, mau cuci tangan di sawah para petani di saat aktivitas tidak berani, karena takut kena penyakit gatal-gatal,” jelas BU bukan nama sebenarnya warga asli Dusun Bacem tersebut kepada majanews.com juga media lain, yang namanya tidak bisa di sebutkan karena permintaan. Sabtu (3/9/2022). Saat ditemui di Dusun Bacem Desa Bening.

Anang, pengelola industri ayam telur saat di konfirmasi di pabrik di dusun bacem / Sumbersri desa bening gondang mojokerto, Senin (5/9/2022).

Lebih lanjut, Jadi sekarang para petani tidak berani menggunakan air dari irigasi karena takut terkena penyakit, Kalau membuang limbah di saat musim hujan dan juga pernah malam hari. Untuk saat ini ada kurang lebih satu minggu pihak industri ayam petelur tidak membuang limbahnya, tetapi warga atau petani tetap waspada.

Baca Juga :  Oknum Guru SD Balongsari 2 Diduga Palsukan Data Zonasi

“Pernah petani ke sawah air dari irigasi di gunakan untuk membasuh tangan disaat nyemprot padi, dan terkena penyakit kulit bintik-bintik merah pada sekujur tangan,” sambungnya.

Masih kata BU, pernah juga para petani dari sawah dekat industri ayam petelur itu mengalami gatal-gatal, pada saat itu limbah dari industri ayam dikeluarkan di saluran irigasi, karena saluran irigasi mengaliri ke sawahnya.

“Pernah juga pihak pemilik pak Luky dipanggil ke balai dusun tidak mau datang di saat ada protes warga,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, PA, juga menyuarakan uneg-unegnya kepada majanews.com juga media lain. Ia menuturkan, industri ayam telur Kalau membuang limbah sering terjadi pada malam hari, tetapi kalau terjadi hujan limbah langsung di buang ke saluran irigasi.

BU, warga dusun bacem saat memberikan keterangan terkait adanya limbah. Sabtu (3/9/2022).

“Yang sering terjadi bila hujan, kelihat air besar langsung di brol.red. (dibuang ke irigasi), ya pasti bau tidak enak yang saya rasakan. karena saya paham betul,” ucap PA yang namanya tidak pantas di tulis.

Saat disinggung apa pernah warga terkena penyakit kulit gatal-gatal akibat terkena limbah yang mengalir di irigasi, PA dengan cepat menjawab, enggh katah, pas di brol teng wangan (irigasi) dalune warga mbegodok teng kulit.red, (iya banyak, disaat limbah di buang di irigasi pasti mengalami gatal-gatal).

“Warga saat buang air besar kan di saluran irigasi, pasti terkena gatal-gatal,” sambungnya dengan tersenyum.

Ia menambahkan, protes ke perangakat Desa juga tidak di respon dengan baik, pernah di protes oleh warga disaat membuang limbah kotoran ayam berbentuk cair dengan warna kehijuan tersebut, pihak industri ayam petelur berhenti beberapa hari.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Kab.Mojokerto Berhasil Putus Benang Merah Di Pemdes Bangun Pungging, Warga Puas

“Agak lama juga dibuang lagi di saluran irigasi yang mengalir ke pemukiman warga,” pungkasnya.

PA, warga dusun bacem saat memberikan keterangan terkait adanya limbah. Sabtu (3/9/2022).

Dihari lain, media online yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Mojokerto (FKWM) mengkonfirmasi tentang membuang limbah disinyalir kuat dengan di sengaja yang meresahkan warga sekitar tersebut.

Anang, pihak Industri ayam petelur (CV. Luky Prima Unggas) yang ada di Desa Bacem / Rejosari Desa Bening menuturkan kepada majanews.com juga media lain, bahwa apa yang disampaikan secara tertulis oleh media ini, dirinya menampik bahwa itu tidak betul.

Dirinya menjelaskan apa yang jadi keluhan warga adalah sudah lama, saat itu ada demo.

“Memang pernah tapi sudah lama, waktu demo dulu pak. Kejadian itu cuman sekali, waktu hujan itu,” kata Anang saat di temui Tim FKWM di gedung industri ayam petelur di Dusun Bacem / Sumbersari, Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Senin (5/9/200)22).

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang yang pernah terjadi dulu ada demo sudah selesai, sudah clear sudah lama, “Sudah clear, cuman masyarakat meminta jangan sampai di ulang lagi,” sambungnya.

Disinggung letak petak irigasi yang ada di dalam pabrik dirinya menjelaskan air mengalir meliwati area pabrik, “Saluran air tertutup, jadi kanan kiri pagar,” katanya.

Dipertanyakannya tentang pengelolahan limbah atau penampung limbah khusus untuk industri telur, dirinya mengatakan limbah ayam petelur yang ia kelola tidak mengeluarkan limbah.

“Kita tidak pernah buang, juga tidak ada penampungan limbah. Jadi setiap hari di ambil dan di kelelo sendiri,” pungkasnya.

Tim media saat konfirmasi via surat di kediaman Sarji kades, dan diterima oleh istrinya. Senin (5/9/2022).

Untuk melanjutkan konfirmasi atas keluhan warga adanya limbah industri ayam petelur disinyalir kuat di sengaja telah dibuang di irigasi Dusun Bacem Desa Bening, tim media ini melanjutkan ke otoritas kantor Pemerintahan Desa, tetapi Kepala Desa (Kades) tidak ada di tempat.

Baca Juga :  Jumat Berkah di Panti Asuhan dan Duafa , Kapolresta Mojokerto Serukan Kebaikan

Tim media ini berupaya untuk mendapatkan tanggapan atas keluhan warga berlanjut ke kediaman pemilik otoritas wilayah tersebut juga tidak ada, via pesan singkat juga tidak ada balasan dari Sarji Kades Bening, akhirnya tim media ini menitipkan surat kepada istri Kades.

“Bapak kalau pulang tidak tentu, barusan keluar, jadi besok saja ke kantor,” ucap wanita diketahui sang istri Sarji Kades Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Senin (5/9/2022) sore. Ikuti lanjutan berita hanya di majanews.com.(mif/tim)