Sukinah Warga Tidak Mampu Asal Dusun Mukuh Sidoarjo Nganjuk Tahun 2022 Tercatat Mendapat PKH, Diduga Tidak Tersampaikan

Ketua Aktivis Aliansi Wong Gawat, saat kunjungi rumah Sukinah dan membantu berupa sembako, Senin (15/8/2022).

NGANJUK (majanews.com)  – Kabar Sukinah (80) asal Dusun Mukuh Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang baru baru ini viral di kalangan dunia maya grup-grup aplikasi whatshapp maupun Facebook, kali ini terus menjadi sorotan pembicaraan hangat oleh warga sekitar. Apalagi ada temuan baru terkait Sukinah sudah tercatat mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk, tetapi selama ini Sukinah hanya mendapatkan bantuan beras saja.

Kholiq, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Nganjuk, menjelaskan kepada kuli tinta media ini bahwa Sukinah wanita yang berusia 80 tahun sudah tercatat dalam data penerima PKH di tahun 2022.

“Sebelumnya memang mendapat bantuan dari Covid-19, namun memasuki tahun 2022 ini sudah masuk menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan secara otomatis untuk tahab satu dan tahab dua sudah mendapat bansos PKH golongan lansia,” Jelasnya kepada majaneww.com di ruang kerja, Senin (15/8/2022).

Lebih lanjut, untuk Sukinah dalam program PKH di tiap tahab mendapatkan Rp.600 ribu, untuk Data juga sudah di kirim oleh petugas tersehut, hal itu dilakukan supaya dengan tujuan menjadi kevalitan data.

Data bantuan PKH 2022 Sukinah Dusun Mukuh Desa Sidoharjo Kecanatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Diberikan oleh petugas kepada majanews.com.

“Untuk masalah lebelisasi rumah yang mendapat PKH sebenarnya tidak wajib, karena itu sifatnya hanya himbauan,” sambungnya.

Untuk mengetahui bahwasanya ada perubahan, masih kata Kholiq petugas PKH, secara ekonomi jadi kalau sudah layak tidak untuk menerima.

“Maka dengan sendirinya akan sadar dengan mengundurkan diri untuk tidak mendapatkan Bantuan Sosial,” pungkas koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Nganjuk tersebut.

Baca Juga :  Aktivis Peduli Lingkungan Di Desa Ngembat Blentreng Gondang Mojokerto Kelola Dana Hibah Dengan Berternak Kambing

Perlu disampaikan, Sukinah warga tidak mampu asal Dusun Mukuh Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Untuk tahun 2022 saat dimintai keterangan oleh majanews.com dirinya mengaku hanya menerima beras dan tidak ada yang lain. Dan di update pada hari Sabtu 13 Agustus 2022, dengan Judul. “Warga di Desa Sidoharjo Tanjunganom Luput dari Bantuan BLT-DD dan Bedah Rumah, Begini Kondisinya” ikuti lanjutan berita Sukinah hanya di majanews.com.(m.to)