Warga Desa Lengkong Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Keluhkan Biaya Sertifikat Masal Rp.485 Ribu

Streaming

MOJOKERTO (majanews.com) – Adanya program pemerintah pusat tentang Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) yang ada aplikasikan oleh Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Telah dikeluhkan warga pemohon. Keluhan itu dilontarkan oleh warga setelah Program sertifikasi masal sudah melalui proses pendaataan, pasalnya dalam pendataan pemohon telah di bebani biaya sebesar 485 ribu perpemohon atau perbidang.

Dalam pengakuan NG kepada redaksi majanews.com, program PTSL atau sertifikat masal di Desa Lengkong menurutnya tidak di musyawarahkan kepada keseluruhan warga yang ikut dalam PTSL. Hal inilah yang membuat beberapa warga tidak bisa menolak atas apa yang di wajibkan dalam biaya PTSL tersebut.

“Yang diajak rapat hanya sebagian warga, jadi yang mengeluh sebagian saja,” jelas NG bukan nama sebenarnya saat mengadu kepada majanews.com juga media lain, Rabu (3/8/2022).

Lanjut NG, dirinya mengeluarkan biaya 485 ribu perbidang atau perpemohon, “Biayanya habis 485 sebelumnya tidak dibicarakan, sebagian ada yang keberatan sebagian tidak,” sambungnya dengan mewanti-wanti nama tidak mau ditulis.

Terpisah, adanya penarikan biaya PTSL sebesar 485 ribu perpemohon dan tidak disosialisasikan keseluruhan warga Desa Lengkong, majanews.com berhasil konfirmasi kepada Nuroso, Kepala Desa (Kades) Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Apa yang dikonfirmasikan kuli tinta majanews.com bersama media lain tentang PTSL bahwa dirinya mengamini bila biaya pemohon sebesar 485 ribu.

“Ya memang betul, saya dengar seperti itu, dengar-dengar lo ya,” katanya saat di temui di balai desa oleh awak media ini bersama media lain, Rabu (3/8/2022).

Apa yang dituturkan kades Nuroso, pihak pemerintahan hanya menfasilitasi apa yang dibutuhkan masyarakat. Dalam PTSL yang ada di Desa Lengkong ada pantianya yang berbama sukir.

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Surabaya

“Yang penting sudah sepakat bersama, untuk pemohon sekitar ada delapan ratusan. Untuk detilnya saya kurang tahu,” sambung Kades.

Majanews.com bersama media lain berusaha konfirmasi kapada ketua panitia PTSL yang bersama sukir tetapi tidak ada di kediamannya.

Dalam pengakuan warga lain tentang biaya PTSL di desa lengkong, kastomo saat ditemui majanews.com bersama media lain mengatakan, bahwa dirinya mengajukan 7 bidang. Dan sudah membayar 485 ribu kali tujuh.

“Iya sudah bayar semua, tinggal nunggu jadi sertifikat,” jelasnya di depan majanews.com juga media lain didepan rumahnya, Rabu (3/8/2022).

Diberitahu dengan biaya PTSL sesuai surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri sebesar 150 ribu, kastomo tidak tahu menahu hal itu, dan juga di saat rapat dirinya tidak ikut hadir.(mif/tim)