Peninggalan Ratu Majapahit Tribuana Tunggadewi di Mojokerto Jadi Jujukan Pejabat Negara

Nama harum Tribuana Tunggadewi juga menyedot perhatian Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari

Streaming

MOJOKERTO (majanews.com) – Dalam catatan sejarah sempat menjadi pemimpin di kerajaan Majapahit beliau adalah penguasa ketiga Majapahit yang memerintah tahun 1328 – 1351. Dari prasasti Singosari (1351) diketahui gelar abhisekanya ialah Sri Tribhuwonotunggadewi Maharajasa.

Tersohornya peristiwa penting pada masa pemerintahan Tribuana Tunggadewi dalam Pararaton adalah Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada saat dilantik sebagai rakryan patih Majapahit tahun 1334.

Untuk mengutip sedikit banyak tentang Ratu penguasa Majapahit yang tersohor, kuli tinta media ini mengunjungi petilasan Tribuana Tunggadewi yang berada di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Lokasi petilasan peninggalan para Raja-Raja memang banyak di jumpai di wilayah Mojokerto, tidak perlu disebutkan satu persatu keberadaan petilasan atau situs-situs tersebut yang jelas anda sudah mengetahui di luar kepala.

Keberedaan peninggalan Sri Tribhuwonotunggadewi Maharajasa yang satu ini wajib kita kenang sebagai hormat kita sebagai penerus generasi bangsa.

Dihari yang sejuk pada sore hari kuli tinta majanews.com membincang dengan juru kunci situs peninggalan ratu penguasa ketiga Majapahit yang memerintah pada tahun 1328 – 1351.

Jainuri, juru kunci situs Sri Tribhuwonotunggadewi menjelaskan, petilasan atau napak tilas tempat pertapaan kalau orang dulu istilahnya tempat meditasi atau sembahyang tempatnya dari orang hindu.

“Disini ada beberapa petilasan yang pertama adalah Sabda Palon dan Nayo Genggong, beliaunya abdi Damar Wulan, ada juga petilasan Maharesi Warkudoro. Yakni, ayah dari Damar Wulan, selanjutnya Tribuana Tunggadewi ibunya Hayam Wuruk putrinya Raden Wijaya dari gaya tri.” Jelas juru kunci itu saat ditemui kuli tinta majanews.com di petilasan, Senin (27/06/2022) sore.

Baca Juga :  Acara IKBAR, Pemantapan Relawan Bekisar Wartawan Dilarang Liputan

Lanjut juru kinci, pada masa peralihan hindu masuk islam banyak patung arca yang berbentuk manusia yang dihancurkan dan dihilangkan karena pada zaman dulu orang masih fanatisme sehingga yang tersisa sekarang hanyalah sandaran dan bekas -bekasnya saja.

“Sebelum pandemi covid-19 melanda ada saja pengunjung yang datang namun yang paling ramai ialah malam jumat legi, pengunjung yang datang tidak dari kalangan masyarakat biasa tetapi banyak para pejabat negara yang pernah berkunjung ketempat ini,” sambung Jainuri.

Pengunjung dari kalangan pejabat negara, juru kunci tersbut juga menyebut nama, ada Permadi, Puan Maharani, Guntur, dan Pakde karwo.

“SBY sebelum jadi presiden masih menjadi Letkol ia sering kesini dan setelah menjadi presiden ia masih kesini, “ tutur penjaga petilasan itu.

Juru kunci tersebut berharap, kedepan untuk situs peninggalan Sri Tribhuwonotunggadewi supaya ada perbaikan.

“Biar lebih bagus dan indah, pengunjung yang datang siang hari tidak terlalu panas terkena terik sinar matahari, karena sekarang tidak ada tempat untuk berteduh,” harap Jainuri.

Ika Puspitasari, Wali Kota Mojokerto, memerankan tokoh Ratu Tribuana Tunggadewi, dalam pagelaran ludruk untuk memperingati Hari Jadi Kota Mojokerto yang Ke-104.

Sekedar informasi, Nama harum Tribuana Tunggadewi juga menyedot perhatian Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Dalam memperingati Hari Jadi Kota Mojokerto yang Ke-104, orang nomer satu di kota onde-onde ini beradu akting dengan sejumlah pelawak ludruk Semar Mesem, yang digelar di lapangan Raden Wijaya Surodinawan, Minggu (26/6) malam.

Pertunjukan ludruk Hari Jadi Kota Mojokerto mengangkat lakon “Semar Nompo Titah Agung”. Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini memerankan tokoh Ratu Tribuana Tunggadewi, pemimpin Kerajaan Majapahit ke-tiga, sekaligus sosok yang membawa Kerajaan Majapahit menuju puncak kejayaannya.

Ning Ita tampil mengenakan kostum lengkap bak ratu dengan mahkota kuning keemasan khas kerajaan Majapahit. Penampilan yang berbeda dari biasanya itu lantas mengundang tepuk tangan dan sorak-sorai dari penonton ketika pertama kali memasuki panggung. Mengawali penampilannya, Ning Ita menyapa penonton dengan mengungkapkan perasaannya tampil berperan sebagai sosok ratu yang tersohor mempunyai nama Sri Tribhuwonotunggadewi Maharajasa.(ben/tim)

Baca Juga :  Diduga Di Rekayasa Pembangunan USB SMPN 2 Puri Mojokerto, Jadi Sorotan LSM