Berikan Klarifikasi Terkait Adanya Dugaan Pungli Biaya Administrasi Keterangan Ahli Waris, Kades Pisui Wartawan

Streaming
Abdori, Kades Baureno Kecamatan Jatirejo. Saat memberikan klarifikasi, Jumat (10/6/2022).

MOJOKERTO (majanews.com) – Usai diberitakan terkait adanya dugaan Pungutan liar (Pungli) di Desa Baureno, Rabu, 8 Juni 2022 lalu, Abdori Kepala Desa (Kades) Baureno, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, berikan Klarifikasi ke majanews.com dan awak media lain di ruang kerjanya, Jum’at (10/6/2022). Dalam klarifikasi, Kades membentak bentak dan Pisui wartawan.

Dalam klarifikasinya, Abdori yang didampingi Kepala Dusun (Kadus) Jatiombo, Klanjan dan Kletek menyatakan bahwa, sebelum dilaksanakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pihaknya sudah sosialisasi terkait Surat Keterangan Ahli Waris.

“Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) sudah melakukan sosialisasi melalui Kepala Dusun dan masing-masing Rukun Tetangga (RT) dan itu sudah kesepakatan bersama,” ungkap Kades dengan nada emosi.

Masih Kades, kalau sudah kesepakatan berarti itu sudah boleh disosialisasikan. Terus kenapa dikatakan pungli (Pungutan liar, red).

“Tolong kasih tau, masyarakat yang mana. Kalau anda wartawan profesional, tolong kasih tau siapa namanya yang ngasih informasi,” kata Abdori, sambil nunjuk jari ke awak media dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas (Jancuk, red), kata-kata tidak pantas itu dilontarkan oleh kades hingga beberapa kali.

Dikatakan Abdori, kegiatan yang berhubungan dengan PTSL, semua ada nutulen dan arsipnya, termasuk biaya pengurusan surat keterangan ahli waris.

Disinggung terkait adanya biaya pengurusan surat keterangan ahli waris, apa ada Peraturan Desa (Perdes)nya dan dana itu masuk ke mana.

“Kalau soal itu tidak ada dalam Perdes. Dan dananya buat operasional,” kata Abdori, yang masih dalam keadaan emosi.

Terkait pemberitaan awak media, pihaknya meminta untuk mengembalikan nama baiknya. Karena menurut Kades, ada kata pungli yang dianggapnya mencemarkan.

Saat dikonfirmasi siapa yang mengatakan pungli, itu kan dugaan. Abdori mengatakan kalau itu hanya bahasa wartawan atau media untuk memperhalus perkataannya.

Baca Juga :  Jalan Desa Sumengko Idola Pengguna Jalan, Pemudik: Sayang ada Bau Busuk dan Jalannya Masih Tampak Rusak
Heni, Warga Dusun Jatiombo Desa Baureno Kecamatan jatirejo, Saat memberikan klarifikasi. Jumat (10/6/2022).

“Saya sudah hapal dengan bahasa wartawan,” pungkas Abdori dengan nada kesal.

Kades Abdori, sebelumnya ia meminta nama masyarakat yang mengadu kepada wartawan tentang tarikan biaya PTSL dan biaya administrasi surat keterangan ahli waris.

Tetapi tim media ini tidak memberikan nama itu, karena hal tersebut merupakan kode etik seorang wartawan, namun, kades abdori membentak wartawwan media ini.

Wartawan majanews.com bersama media lain di bentak bentak oleh kades tersebut, dan dirinya mengeluarkan kata kata kotor dengan nada tinggi memisui wartawan.

Di tempat yang sama, Heni warga Dusun Jatiombo, Desa Baureno Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, saat dikonfirmasi awak media di hadapan Abdori, Kepala Desa dan Kepala Dusun Jatiombo, Klanjan dan Kletek mengakui, kalau pihaknya memang membayar Rp 500 ribu, untuk pengurusan surat keterangan ahli waris. Dan 400 ribu untuk pengurusan PTSL.

Perlu disampaikan, sebelumnya majanews.com memberitakan terkait adanya pengurusan surat keterangan ahli waris dengan biaya 500 ribu di dalam momen PTSL dengan judul,Momen PTSL di Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Kades Diduga lakukan pungli biaya admistrasi ahli waris’, ikuti lanjutan berita lebih menarik lainnya, hanya di majanews.com.(mif/tim.redaksi)