SKB TKD Bangun Pungging Tahun 2018 Dikeluarkan Kades, Babinsa : Selama Saya Disini Belum Pernah Mengikuti Penetapan Kegiatan Ini

Streaming

MOJOKERTO (majanews.com) – Puluhanan Warga Gogol Dusun Bangun, Desa Bangun Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, kembali mendatangi Balai Desa setempat. Selasa (24/5/2022).

Kedatangan warga Gogol Dusun Bangun guna menanyakan janji Kepala Desa (Kades) Bangun, kalau pihaknya akan memberikan penjelasan dan menunjukkan bukti pelimpahan Tanah Kas Desa (TKD) pada tahun 2018 lalu melalui Musyawarah Dusun (Musdus).

Dalam pertemuan yang dihadiri, perwakilan Forkompimcam, Iksan Mantan Kades Bangun, Basuki Rachmad Mantan Kades dan BPD tersebut tidak menemukan titik temu atau solusi.
Pasalnya, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bangun yang akan menjelaskan kronologi dan sejarah tanah ditolak oleh warga Gogol Dusun Bangun.

Hal tersebut disampaikan Nur Qomari, Koordinator Warga Dusun Bangun Desa Bangun, Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto.

“Kedatangan Warga Gogol Dusun Bangun ke Balai Desa Bangun ini, hanya menagih janji Kepala Desa Bangun, yang akan menunjukkan bukti pelimpahan Tanah Kas Desa,” tegas Nur Qomari, di tengah acara pertemuan, Selasa (24/5/2022).

Karena pertemuan berjalan alot, akhirnya Dedik Kepala Desa (Kades) Bangun, Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto bersedia menunjukkan bukti pelimpahan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tanah Kas Desa (TKD) dengan catatan, tidak boleh di foto maupun di fotocopy. Kades beralasan, itu kewenangannya dan amanah negara.

Tidak semua warga Gogol Dusun Bangun, bisa melihat bukti pelimpahan Tanah Kas Desa tersebut, hanya beberapa perwakilan saja, diantaranya adalah Nur Qomari, Koordinator Warga Gogol Dusun Bangun dan Loeko Joyo.

Dalam penunjukan SKB yang dilakukan Kades kepada warga gogol terjadilah argumen keras, karena ada satu orang dobel tanda tangan di saat SKB TKD dibuat pada tanggal 17-3-2018 yang lalu.
“Kalau terkait dengan permasalahan ini, surat keputusan bersama. Selama Saya Disini Belum Pernah Mengikuti Penetapan Kegiatan Ini, kalau hanya musrenbang saya mengikuti. Kalau untuk penetapan seperti ini belum pernah,” ucap babinsa diketahui bernama Adi Kusuma W saat didepan kades sambil melihat SKB tersebut.

Baca Juga :  Sah, Ketum AYS Prayogie Lantik PW MIO Provinsi Gorontalo

Dalam catatan SKB TKD Bangun yang ditunjukan kades kepada perwakilan warga gogol ada daftar hadir tertulis babinsa tersebut pada tahun 2018 dobel tanda tangan di nomer 45 dan 71.

Bukan hanya Babinsa dobel tanda tangan dalam SKB TKD Bangun Pungging, diketahui BPD Edi Susanto dalam tanda tangan di SKB tersebut ada tiga, dan BPD tersebut mengakui bahwa dirinya memang tanda tangan hingga tiga di daftar hadir SKB TKD dengan tanggal yang sama.

Menurut Nur Qomari, pertemuan kali ini dianggap gagal, karena tidak ada hasil. Pihaknya akan berkirim surat ke Kapolres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto untuk audensi.

“Hal ini kita lakukan karena kita sudah pernah melaporkan ke Polres, dengan dasar laporan itulah kita berencana beraudensi,” pungkas Qomari.

Sementara itu, Dedik, Kepala Desa (Kades) Bangun, Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, saat dikonfirmasi, enggan memberikan penjelasan terkait keinginan warga Gogol Dusun Bangun yang menginginkan bukti pelimpahan Tanah Kas Desa.

“Intinya, saya dan Pemerintah Desa (Pemdes) Bangun, Kecamatan Pungging ingin menyelamatkan aset desa, seperti ke inginan teman-teman dan warga Gogol Dusun Bangun,” jelas Dedik dengan singkat, saat dikonfirmasi majanews.com bersama awak media lain, usai pertemuan dengan warga Gogol Dusun Bangun.

Disinggung terkait amanah negara, Kades menjelaskan, kalau itu hasil konsultasi dengan atasan. Ikuti lanjutan berita menarik lainnya hannya di majanews.com.(ben/tim)