Berdalih Restorative Justice, SLJ Cabut Aksi Unjuk Rasa di Desa Ngronggot Nganjuk

Dokumen Aksi Unjuk Rasa Aktivis SLJ di Desa Ngronggot Kecamatan Ngronggot Nganjuk selasa 10 mei 2022.

NGANJUK (majanews.com) – Aktivis Salam Lima Jari (SLJ) Nganjuk mencabut laporan aksi demo/unjuk rasa yang akan akan di gelar pada hari selasa 17 mei 2022 di Desa Ngronggot Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jatim. terkait perihal pembayaran upah kerja pavingisasi.

Mengutip isi surat edaran yang telah di tandatangani oleh koordinator aksi unjuk rasa Yuliana Margareta S.H yang telah di tujukan oleh Kapolres Nganjuk, dengan isi surat nomor. 014/SLJ/V/2022 tentang Pencabutan Surat Pemberitahuan Aksi Unjuk Rasa.

Kami Komunitas Salam Lima Jari (SLJ) anti korupsi mencabut rencana demo/unjuk rasa pada hari selasa 17 mei 2022. Karena telah terjadi pertemuan Restorative Justice yaitu kepala Desa Ngronggot akan menyelesaikan pembayaran upah kerja pavingisasi paling lambat tanggal 15 juli 2022. Demikian surat pencabutan rencana aksi demo kami sampaikan, tertanggal 15 mei 2022.

Terkait adanya surat edaran tersebut, media ini mencoba menghubungi koordinator unjuk rasa melalui telefon whatsapp dengan tujuan konfirmasi tentang kebenaran surat edaran tersebut, Senin (16/6/2022).

Yuliana Margareta S.H selaku koordinator unjuk rasa menjelaskan ke media ini, bahwa adanya pencabutan aksi unjuk rasa di benarkan.

Surat Edaran Pencabutan Salam Lima Jari Tentang Aksi Unjuk Rasa.

Kendati demikian, Yuliana Margareta S.H alasan laporan pencabutan karena sudah ada Restorative Justice kepada (red/kepala desa ngronggot).

Saat di sindir apakah pihak Salam Lima Jari juga sudah melakukan pemberitahuan tentang edaran pencabutan aksi unjuk rasa kepada kepala Desa Ngronggot.

Dengan tegas Yuliana Margarera menjawab bahwa pemberitahuan tersebut tidak diperlukan.

“Ya tidak lah, karena otomatis pihak desa seharusnya tahu, Karena pada waktu itu ada permintaan bahwa masyarakat dan camat ngronggot datang dan dipertemukan di Desa Ngronggot dan waktu ada pertemuan justru malah saya tidak ikut,” paparnya.

Baca Juga :  Dana GAPOKTAN Desa Parengan, Diduga Dimanfaatkan Pribadi Kades

Selain itu, Koordinator unjuk rasa tersebut juga menambahkan, Kalau memang sudah terjadi  restorative justice ya saya cabut.

“Karena saya kan menuruti warga desa saja, dan untuk SLJ sudah memastikan pada selasa 17 mei 2022  tidak ada unjuk rasa karena sudah saya cabut,” pungkasnya.(m.to)