Limbah Bau Busuk di Area Bekas Galian C di Dusun Pandansari Gondang Mojokerto Resahkan Warga

Streaming

MOJOKERTO (majanews.com) – Sejumlah Warga Dusun Ponggok, Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, beberapa pekan terakhir mengaku resah. Pasalnya, Keresahan itu dipicu oleh timbulnya bau menyengat yang diduga berasal dari pembuangan limbah cair di Dusun Pandansari, Desa Wonoploso Kecamatan Gondang.

Limbah cair yang berada di area bekas Galian C tersebut menimbulkan bau yang sangat menyengat alias busuk.

Seperti yang disampaikan Fauzi (45) warga Dusun Ponggok, Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Fauzi, sepertinya limbah ini memang sengaja di buang di area bekas tambang Galian C, milik Slamet warga Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.

“Kira-kira kurang lebih sudah sekitar Satu bulan yang lalu, sebelum puasa,” ungkap Fauzi, saat memberikan keterangan ke majanews.com bersama awak media lain di area bekas tambang Galian C, Kamis (5/5/2022).

Baca Juga :  Puluhan Warga Ahli Waris Tanah Gogol Asal Desa Bangun Kecamatan Pungging Geruduk Kantor BPN Kabupaten Mojokerto

Lebih lanjut, saat mobil pengangkut limbah melewati jalan desa, baunya sangat menyengat, ini yang membuat warga  masyarakat resah,” jelas Fauzi, yang didampingi puluhan warga Dusun Ponggok.

Senada juga disampaikan Erwin (26) warga setempat. Menurut Erwin, persoalan bau limbah yang menyengat tersebut, sudah dibawa ke Balai Desa Wonoploso, beserta Truk yang memuat limbah.

“Karena ada yang menjamin, tidak akan ada pembuangan limbah di area bekas tambang Galian C, maka truk tersebut dilepaskan,” jelas Erwin.

Lanjut Erwin, dalam pertemuan di Balai Desa Wonoploso kemarin malam, Rabu (4/5/2022), ada Bu Kades, ada Pak Sugeng dan Slamet yang yang diduga sebagai pemilik lahan bekas tambang Galian C.

Baca Juga :  Galian ‘C’ Didesa Jombatan Kesamben Kelegalan Dipertanyakan

“Di hadapan warga, Slamet menyatakan akan memberikan obat, agar tidak menimbulkan bau menyengat lagi. Dan itu akan dilakukan dalam jangka waktu satu Minggu,” sambungnya.

Disinggung, apabila dalam satu Minggu, masih menimbulkan bau menyengat, Fauzi maupun Erwin bersama warga masyarakat yang lain, akan meminta kepada pihak penyedia lahan, untuk mengambil dan memindahkan limbah, agar tidak menimbulkan keresahan warga.

Hingga berita ini diturunkan, majanews.com belum mendapatkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Naning Suhartini, Kepala Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto sebagai pemangku wilayah juga belum berhasil dikonfirmasi.

“Ibu sedang istirahat, mungkin nanti malam baru bisa ditemui,” kata Firdaus, salah satu anaknya, saat dikunjungi majanews.com bersama awak media lain di kediamannya.(ben/tim)

Baca Juga :  Mojotirto Festival, Trigger Bangkitnya Ekonomi Kepariwisataan Kota Mojokerto
Streaming