28 Kios Mangkrak Telan Anggran Milyaran, Begini Tanggapan Kadisperindag Pemda Nganjuk

Nasib 28 Kios telan anggaran milyaran Belum Jelas, Hingga di Manfaarkan Penjemuran Padi Oleh Warga, Jumat 08 April 2022.

NGANJUK (majanews.com) – Pembangunan 28 Ruko kelar sudah hampir 2 tahun yang lalu, dengan menelan anggaran milyaran sumber dana APBD 2020 serta pengguna anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Nganjuk terus bergulir menjadi omongan miring masyarakat sekitar.

Tercatat, dalam kerjaan CV. Arkamamta, Lokasi proyek ada di jalan Raya Barito Begadung Kecamatan Nganjuk. dengan no SIK : 640/272/PPK.5/411.312/2020 memakai sumber dana APBD (DID) Kabupaten Nganjuk tahun 2020. dengan nilai SPK Rp : 1.955.000.000 (satu milyar sembilan ratus lima puluh lima juta rupiah).

Namun, ada dugaan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk masih kesulitan dalam merelokasi atau memboyong para kuliner guna memanfaatkan 28 bedak atau kios yang saat ini masih belum terhuni alias mangkrak.

Dalam penelusuran tim investigasi media ini dilapangan jumat 8 april 2022. BB salah satu pedagang di pasar Mangundikaran Nganjuk memaparkan, bahwa para kuliner yang mau di relokasi ke 28 bedak atau kios tersebut yang ada di jalan Barito belum ada titik terang.

“Dulu rencananya pasar mangundikaran nganjuk kota ini mau di bangun dan Para kuliner di pindah di kios 28 tersebut, namun pembangunan pasar mangundikaran hingga sampai saat ini hanya rumor saja,” papar pedagang tersebut, ia juga mewanti wanti namanya tidak disebut. Jumat (8/4/2022).

Lebih lanjut, semenjak terminal lama dipindah di terminal baru keberadaan pasar Mangundikaran memang sepi, namun saat ini sudah mulai rame lagi.

“Karena pemerintah daerah memberlakukan jalur satu arah yang kemarin telah diresmikan, sehingga para pengguna jalan sudah mulai mau mampir di kuliner pasar Mangundikaran,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek Pengaspalan Sudah Mengelupas di Jalan Desa Getas Tanjunganom Nganjuk Jadi Omongan Miring Warga

Terpisah, Haris Sujatmiko Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) saat di temui diruang kerjanya menjelaskan kepada majanews.com, soal 28 kios pihaknya perlu koordinasi bersama OPD dan nantinya bisa segera di manfaatkan.

“Untuk kemampuan Pemda pun juga sudah maksimal, kita pun juga akan menyesuaikan untuk dasar yang dipakai yang mana. Kalaupun itu dari Disperindag ya kami sesuaikan dengan peraturan Bupati dan Perda yang ada di Disperindag ini,” jelas pejabat tersebut, Jumat (8/4/2022).

Lanjut Kadis, Kalau hubungan kios itu di pihak ke tiga kan yang menggunakan aturan lain, dirinya mengaku kurang paham.

“Karena kondisi kios juga sudah jadi maka kita juga akan berusaha dan berupaya secepatnya segera kita manfaatkan, kita koordinasikan dan diskusikan bersama 4 OPD, salah satunya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk,” pungkasnya.

Perlu disampaikan, beberapa minggu yang lalu pewarta88.com telah merilis mangkraknya 28 kios yang masih baru di jalan Raya Barito Begadung Kecamatan Nganjuk tersebut, dengan judul ‘Digelontor Anggaran Milyaran Dari APBD, Bangunan 28 Ruko Di Nganjuk Tekesan Mangkrak’ terupdate Senin 21 Maret 2022. Ikuti berita menarik lainnya hanya di majanews.com.(m.to)