5 Kali Pergantian Bupati Jembatan di Dusun Nglegok Sukomoro Nganjuk Belum Tersentuh Pemerintah, LSM GAKK Nganjuk Angkat Bicara

Kondisi Jembatan di Dusun Nglegok, Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jatim. 5 kali pergantian Bupati tidak ada perbaikan.

NGANJUK (majanews.com) – Keberadaan jembatan di Dusun Nglegok, Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro Kabupaten, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. yang dinilai satu satunya jembatan penghubung antar Desa dan Kecamatan, kondisinya sangat memprihatinkan.

Pantauan majanews.com, jumat (14/01/2022) jembatan tersebut masih beralaskan papan kayu. Dari berbagai macam jenis kayu tampak tertata rapi. namun disisi lain kerapian dalam tatanan kayu tak seindah yang kita pandang, terlihat banyaknya lubang yang tampak menganga.

Sejauh mata memandang, beberapa kayu papan yang terpasang juga sudah termakan usia (lapuk). jika jembatan tersebut tidak segera ditangani oleh pemerintah Daerah, maka kerusakan akan lebih parah, dan bahkan bisa membahayakan bagi warga yang melintas.

Murjito (51), warga asal Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk. Berharap jembatan tersebut dibenahi. Dirinya setiap hari melintasi jembatan nglegok untuk dagang, dengan kondisi jembatan yang terlihat parah kerusakannya bila melintasi merasa was-was.

Masih Murjito, jembatan tersebut kondisinya sudah puluhan tahun, “Setahu saya warga sekitar hanya melakukan tambal silam kayu,” jelasnya sambil menelunjuk banyaknya lubang pada kayu yang terlihat sudah keropos, disaat dimintai keterangan oleh majanews.com saat melintasi jembatan tersebut, jumat (14/1/2022).

Dirinya berharap, agar Pemerintah Daerah segera membangun jembatan baru, “Kepada Bapak Bupati Nganjuk segera merespon dan melakukan pembenahan,“ harapnya.

Untuk meneruskan apa yang dikelukan masyarakat, media ini mengkonfirmasi kepada Pemerintahan Desa Sumengko. pihak Desa menjelaskan, jembatan yang ada di Dusun Nglegok dalam pembangunan bukan wewenang Pemerintah Desa, melainkan wewenang Pemerintah Daerah (Pemda) Nganjuk.

Masih Pihak Desa, Pemerintah Desa sudah pengusulan beberapa kali untuk pembenahan jembatan tersebut kepada Pemda Nganjuk, hingga sekarang tidak kunjung ada pembenahan.

Baca Juga :  Ning Ita Instruksikan Semua Pihak Ikut Kampanyekan Germas

“Kami hanya melakukan tambal sulam, kayu yang sudah lapuk dan keropos, andai jembatan nglegok tersebut wewenang pihak Pemerintahan Desa, yang jelas sudah kami musyawarahkan, baik dusun atau musawarah desa (musdes/musdus),” jelas pihak Desa tersebut kepada majanews.com, ia juga mewanti-wanti nama tidak ditulis, jumat (14/1/2022).

Lebih Lanjut, kita rapatkan dan pasti kita biayai dari Anggaran Dana Desa, Bila tanggung jawab jembatan itu di Pemerintah Desa. kondisi jembatan memang benar-benar butuh perhatian. “Artinya jembatan ini butuh pembenahan dari pemerintah daerah nganjuk,” lanjutnya.

Terpisah, Ebit Widiantoro, Ketua LSM Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan (GAKK) DPD Nganjuk menuturkan adanya jembatan yang ada di Dusun Nglegok tersebut, dirinya berharap permasalahan jembatan untuk bisa segera ditindak lanjuti dan di Banggar.

Disuarakan dan prosesnya, lanjut Ebit sapaan akrabnya, bisa segera diprioritaskan. Dipastikan masuk dalam anggaran perubahan untuk perbaikan di tahun yang akan datang.

“Jangan sampai nanti masyarakat yang lewat jembatan ini menjadi korban, Maka, demi itu kami minta kepada Dinas PUPR kemudian Bappeda Pemda Nganjuk agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti, dan segera direspon yang serius. karena sudah puluhan tahun luput dari sentuhan Pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Malah 5 kali pergantian bupati belum ada pembenahan, ini namanya ironis,” tegas Aktivis yang ada di Nganjuk tersebut saat memberikan keterangan di bast campnya, jumat (14/1/2022).(m.to)

Streaming Prodak Media Grup Markaz.