Tagih Janji Jawab Kades Bangun Pungging, Puluhan Warga Gogol Kembali Datangi Balai Desa

STREAMING : Warga Dusun Bangun, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Saat mendatangi Balai Desa Setempat. Rabu (29/12/2021).

MOJOKERTO (majanews.com) – Puluhan warga Gogol Desa Bangun Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto kembali mendatangi Kantor Balai Desa setempat, Rabu (29/12/2021).

Kedatangan warga Gogol untuk meminta jawaban Dedik, Kepala Desa Bangun yang beberapa Minggu lalu atau tepatnya hari Senen, 13 Desember 2021 yang menyatakan akan menjawab persoalan letak tanah pengganti, tanah milik bekas Gogol Dusun Bangun di Sungai Mati yang dijual kepada Pabrik Pakerin sesuai Kretek atau Peta Desa dan Buku Letter C Desa Bangun kepada Kepala Desa Bangun.

Adapun yang tanyakan adalah, di mana letak Tanah gogol dengan Nomor Leter C 7 dan Nomor Persil 59, dengan Luas Tanah 6.850 persegi.

Ke Dua, di mana letak Tanah dengan Nomor Leter C 4 dan Nomor Persil 60, dengan Luas Tanah 12.800 persegi dan ke Tiga di mana Letak Tanah dengan Nomor Lete r C 3 dan Nomor Persil 61 dengan Luas Tanah 7.300 meter persegi.

Moch Ichsan (tengah), mantan Kades Bangun Pungging, dan didampingi Kades Dedik (pojok kiri). saat memberikan keterangan kepada warga di kanyor Desa Bangun, Rabu (29/12/2021)

Kedatangan warga Gogol diterima oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bangun yang juga mendatangkan H. Iksan, Mantan Kepala Desa Bangun yang disinyalir mengetahui munculnya persoalan tanah Gogol.

Keterangan dari pihak Pemdes Bangun kurang bisa di terima oleh warga Gogol.

Nur Qomari, Koordinator Perwakilan warga Gogol tetap meminta ditunjukkan buku Kretek agar tau di mana letak tanah pengganti yang dijual ke Pakerin.

Karena permintaan warga Gogol dengan Pemerintah Desa Bangun tidak menemukan titik temu. Diputuskan melangkah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto, bersama Pemdes Bangun untuk menanyakan salinan Buku Kretek.(ben/tim)

Baca Juga :  Camat Sooko Diduga Gunakan Fasilitas Kantor Untuk Kepentingan Pribadi, LSM: Dikatagorikan Sebagai Bentuk Kejahatan