Pemerintahan Kabupaten Wonogori Terpesona Dengan Metode Infokom Kota Mojokerto

Kunjungan kerja Diskominfo Pemerintahan Kabupaten Wonogiri, Jateng. Di Diskominfo Pemerintahan Kota Mojokerto, Jatim. Jumat (26/11/2021).

MOJOKERTO (majanews.com) – Keberhasilan Satu data Informasi Kota Mojokerto (Satikomo) dalam mengakomodir seluruh data di Kota Mojokerto menarik perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Hal itu disampaikan oleh Heru Nur Iswantoro Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonogiri saat kunjungan kerja di Diskominfo Kota Mojokerto, Jumat (26/11/2021).

Heru menyampaikan, selama ini pihaknya masih mencari formula dan strategi bagaimana dapat merumuskan seluruh data dapat terintegrasi dalam satu data seperti yang sudah dilakukan di kota Mojokerto. Terlebih lagi melihat Satikomo telah berhasil mendapatkan penghargaan dari BPS Jawa Timur dan juga masuk nominasi dalam penilaian Innovative Goverenment Award (IGA), maka Ia berniat untuk sharing pengalaman ke Kota Mojokerto.

Heru menyampaikan selama ini masih kesulitan untuk medapatkan data yang valid, “Data ada dimana-mana, tetapi ketika dicari kemana-mana tidak ada,” ungkap Heru.

Heru yang hadir bersama Kabid. Statistik, Informasi dan Komunikasi Publik Ponco Hawarno, Kasi. Statistik Muchsinin dan Seksi Informasi Publik dan juga staf diterima Moch Imron Plt.Kepala Diskominfo Kota Mojokerto bertempat di ruang rapat DPMPTSP-Naker didampingi Sekretaris Diskominfo Agus Triyatno, Kabid. Sandatik Wiyono, dan Kasi. Pengelolaan Data dan Statistik Noor’ainy beserta staf.

Moch Imron Plt.Kepala Diskominfo Kota Mojokerto menanggapi maksud dan tujuan tersebut menyampaikan, Satu data itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2019. Untuk Kota Mojokerto satu data diberi nama Satikomo kepanjangan dari Satu Data Informasi Kota Mojokerto.

“Alhamdulillah SatiKomo masuk 5 besar sejawa Timur dan mendapatkan penghargaan dari BPS Provinsi Jawa Timur,” sambungnya.

Para era revolusi industry 4.0, Diskominfo dituntut lebih peka terhadap perkembangan teknologi informasi. “walau umur saya sudah setengah abad, namun masih bisa tik tokan” gurau Imron.

Baca Juga :  Desa Banjaranyar Gelar Santunan Yatim Piatu, Air Mata Kepala Desa Pecah Berlinangan

Terbentuknya portal Satikomo di Kota Mojokerto disampaikan oleh Wiyono, SH Kabid.Sandatik, selain kewajiban atas Peraturan Presiden tersebut juga, atas dorongan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar setiap daerah memiliki portal satu data yang terkoneksi dengan data pusat. Untuk mencari referensi, Diskominfo melakukan study ke daerah lain yang sudah berhasil. Kemudian tahun 2020, Kota Mojokerto mulai melahirkan portal Satikomo dengan memaksimalkan sumber daya yang ada (programer).

Dengan segala upaya kita isi data itu semaksimal mungkin mulai dari 300 data sekarang sudah mencapai 800 lebih, baik data publik maupun data privat.

Siti Noor’ainy Kasi. Pengelolaan Data dan Statistik menambahkan, jika Diskominfo Wonogiri belum memiliki tenaga IT,disarankan dapat bekerjasama dengan Data Sciens. Sedangkan forum data perlu membuat rencana aksi minimal 2 X dalam setahun. Terwujudnya Satikomo ini juga terbitnya Perwali Nomor 41 tahun 2020, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Mojokerto.

“Hal yang tak kalah pentingnya monetoring dan evaluasi agar OPD tidak kendor,” sambungnya.

Menanggapi hasil diskusi, Agus Triyatno Sekretaris Diskominfo yang turut serta mengawal perjalanan Satikomo ini menyampaikan bahwa terkait data terintegrasi Diskominfo Kota Mojokerto berupaya terus meningkatkan agar semua data dapat terintegrasi dengan baik dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Ketika di admin ada perubahan data, maka data di OPD juga ikut berubah, demikian seterusnya” terang mantan Kabid Teknologi Informasi ini.

Agus juga menambahkan, dalam verifikasi data ada beberapa upaya, “Untuk mewujudkan itu semua, perlu adanya kemauan dan komitmen semua pihak serta regulasi sebagai sebuah dasar yang kuat, monetoring dan evaluasi sangat penting.” pungkasnya.(dak/adv)