Untuk Pertumbuhan UMKM Warga Kota Mojokerto, Pemkot Fasilitasi PIRT dan Sertifikasi Halal Gratis

Kegiatan Sosialisasi Standardisasi Industri dan Fasilitasi Halal bagi UMKM, di Pendopo Sabha Mandala Tama, Pemkot Mojokerto, Senin (22/11/2021) pagi.

MOJOKERTO (majanews.com) – Pemkot Mojokerto Jawa Timur terus menggenjot pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memfasilitasi izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).

Bahkan Pemkot juga mendorong IKM mendapatkan sertifikat Halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya pada Kegiatan Sosialisasi Standardisasi Industri dan Fasilitasi Halal bagi UMKM, di Pendopo Sabha Mandala Tama, Pemkot Mojokerto, Senin (22/11/2021) pagi.

“Para peserta inkubasi wirausaha yang telah lulus mengikuti pelatihan dan mulai membangun usahanya kita dorong memiliki Izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) agar usaha mereka cepat naik kelas,” papar Ani Wijaya Nahkoda Disperindag Kota Mojokerto, senin (22/11/2021).

Lebih lanjut, Karena kepemilikan PIRT akan mendongkrak usaha pelaku UMKM dengan pemasaran yang semakin luas.

“Dengan memiliki PIRT, maka tak akan sulit bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Karena salah satu syarat agar pelaku usaha bisa memasarkan produknya ke pasar modern, yakni harus memiliki PIRT,” jelasnya.

Ani Wijaya menegaskan, dari ribuan peserta inkubasi, hari ini terpilih sebanyak 50 orang yang terdiri dari IKM dan peserta inkubasi wirausaha keripik, jamu dan bakery.

Ani Wijaya Nahkoda Disperindag Kota Mojokerto, saat memberikan penjelasan dalam kegiatan, senin (22/11/2021).

“Nantinya mereka akan memperoleh Sertifikat PKP (Penyuluhan Keamanan Pangan) yang merupakan salah satu syarat untuk pengurusan PIRT bagi IKM yang bergerak dalam komoditas makanan dan minuman,” tegas Peajabat wanita berhijab tersebut.

Ini merupakan salah satu, lanjut Ani, upaya Pemkot Mojokerto dalam rangka percepatan pengurusan sertifikat PIRT bagi IKM. Terutama para peserta inkubasi wirausaha yang merupakan para pelaku industri di Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Ning Ita Prioritaskan Pendidikan Dalam Memimpin Pemerintahan Kota Mojokerto

Tujuan yang sama, Kepala Bidang Perindustrian Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Fibriyanti mengatakan, kegiatan sosialisasi ini digelar selama dua hari dengan mendatangkan pemateri dari auditor Lembaga Penjamin Halal (LPH) dari LPPOM MUI Jawa Timur serta Seksi Pengembangan Mutu Produk Industri dan HAKI Disperindag Provinsi Jatim.

“Juga ada pemateri dari tim Dinas Kesehatan Kota Mojokerto karena penerbitan sertifikat PIRT ini nantinya dari mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemkot Mojokerto menargetkan 50 IKM peserta inkubasi Kota Mojokerto sudah mengantongi sertifikat PIRT dan 10 sertifikat Halal secara gratis.

“Untuk tahun 2022, target digenjot menjadi 700 sertifikat baik PIRT maupun Halal. Ini wujud kepedulian dan konsistensi Ibu Wali Kota terhadap perkembangan UMKM di Kota Mojokerto, salah satunya program inkubasi wirausaha yang sudah berjalan dan telah mulai memunculkan para wirausaha baru di Kota Mojokerto,” pungkasnya.(dak/ADV)