Pembangunan Perum Baru di Dusun Kandeg Desa Waung Nganjuk, Warga Minta Ke Pengembang Jalankan Sesuai Prosedur

Pembangunan Perumnas yang sedang berjalan di Dusun Kandeg, Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Jadi sorotan masyarakat.

NGANJUK (majanews.com) – Berdirinya pembangunan tempat usaha perumahan baru yang berada di Dusun Kandeg, Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Jawa Timur. Jadi sorotan masyarakat. Pasalnya, tempat usaha pembangunan Perumnas tersebut diduga menyalahi suatu koridor atau tidak mentaati syarat dan rukun usaha pada umumnya.

Selain itu, pihak warga kuwatir bila pembangunan tanpa didasari aturan yang jelas akan membawa dampak kesejahteraan dan kemajuan di suatu wilayah yang di tempati penghuni baru di perum tersebut. Suatu contoh masalah fasilitas umum (fasum), masalah makam (kuburan), tempat ibadah, tempat pembuangan sampah serta irigasi. Hal itu wajib diperhatikan seribu persen.

Dalam pantuan ET, menjelaskan kepada media ini, Usaha pendirian perumahan baru itu diduga perijinannya kurang jelas. hal inilah yang menjadi tantangan pihak-pihak terkait untuk mengkaji ulang perijinan dan kelayakannya guna menaati sesuai dengan koridor aturan yang berlaku.

“Saya minta untuk pihak pengembang menjalankan pembangunan dengan tahapan prosedur dan menaati peraturan daerah. saya menduga dari awal pihak pengembang tidak ada upaya ijin ke lingkungan, dan kapan hari saya juga sudah kordinasi dengan Pihak Kepala Desa setempat,” jelas ET yang juga asli warga setempat. Ia juga mengaku salah satu dari lembaga yang ada di Nganjuk. Jumat (5/11/2021).

Masih warga, atas pertanyaan dia dilimpahkan lagi ke pihak pengembang tanpa ada kejelasan yang baik dari pemerintah Desa setempat. Ia juga berharap, ini demi kenyamanan bersama maka, pihak instansi terkait untuk bisa menindak tegas.

“Kalau ijinnya sudah selesai dan sesuai dengan aturan yang ada di Kabupaten Nganjuk silahkan untuk di lanjutkan kembali pembangunan tersebut,” cetus ET

Baca Juga :  Bantuan Oprasional TPQ Rp 10 Juta, Ketua Korbin Kec.Gondang Diduga Jual Satu Kwitansi Senilai Rp 50 Ribu

Terpisah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk. Candra. selaku penanganan di Bidang IMB menjelaskan, bahwa pihaknya juga baru tahu adanya pembangunan Perumnas di Dusun Kandeg Desa Waung tersebut.

Namun, Candra menyarankan untuk menanyakan lebih lanjut tentang PT nya. dan bila mana perijinan belum lengkap itu urusannya sama SAT POL PP Kabupaten Nganjuk.

Ia juga menjelaskan, bahwa pengaduan ada 2 hal, “Pengaduan yang sudah berijin dan belum berijin, kalau sudah berijin jelas sudah kesini dan kita pun bisa mengecek, kalau belum berijin itu urusannya sama Satpol PP,” jelas Candra, (5/11/2021).

Adanya hal tersebut, untuk mendapatkan informasi yang berimbang, media ini berhasil konfirmasi ke kantor pemasaran perum yang menjadi sorotan masyarakat, pihaknya menyanggah bahwa untuk perijinan perumahan semua dia mengantongi.

“Untuk IMB diseluruh indonesia diganti namanya PBI, dan pembangunan tidak boleh berhenti. itu semua di urus secara online, jadi kalau sudah selesai kita prin sendiri,” jelas dìa yang mengaku mempunyai nama Supri, Sabtu (6/11/2021).

Namun, Supri juga menyuruh tim media ini mengecek lembaran berkas miliknya dalam kelegalan usaha, “Monggo di cek, ini pak kapolsek juga masih saudara sendiri,” kata dia sambil tersenyum.(m.to)