PT GAS Jual Tanah Kavling di Desa Gedangan Kutorejo Disinyalir Kuat Langgar UUD Minerba

Kiriman Tanag Urug Yang Disinyalir Dari Galian C Ilegal, Lokasi Bongkar Tepat di Lokasi PT GAS (penjual tanah kavling di Desa Gedangan, Kutorejo, Mojokerto).

MOJOKERTO (majanews.com) – Pembelian tanah urug dari tambang galian C diduga ilegal yang dilakukan oleh PT GAS (Griya Asri Sentosa) selaku pengusaha tanah kavling yang bermukim di Dusun Kedungmulyo, Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Jatim. Mendapatkan Kecaman dari Perkumpulan Rakyat Kontrol Sosial (RAKSI).

PT GAS diketahui milik pengusaha asal Kota Sidoarjo Jatim untuk menyempurnakan usahanya beberapa hari yang lalu diketahui telah membeli tanah urug dari Dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Yang dimiliki oleh pengusaha inisial SP, hasil investigasi media ini, galian C tersebut mempunyai ijin terpampang dilokasi tertulis Komoditas Barang Andesit, dalam arti tertuang andesit adalah batu, tetapi yang dambil di lokasi adalah tanah urug.

Hal tersebut, RAKSi menuding bahwa pihak PT GAS selaku penjual tanah kavling disinyalir sebagai pelaku yang menampung dan memanfaatkan tanah urug dari Galian C yang diduga tidak ada izinnya IUP, OP.

“Sehingga pengusaha Tanah Kavling PT.GAS itu ada indikasi kuat telah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara (Minerba), yang tertuang dalam Pasal 161,” Jelas Tawi, selaku Ketua Perkumpulan Rakyat Kontrol Sosial (RAKSI) kepada Media majanews.com bersama media lain, Kamis (14/0/10/2021).

Lebih lanjut, Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau pemurnian, pengembangan, dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000.00 (seratus milyar rupiah).

Baca Juga :  Terkait Berita Dugaan Galian C Ilegal di Dusun Sumbersari Sumberkarang Dlanggu, Busono Kirim Surat Ke Redaksi
Witono, Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Saat Dimintai Keterangan oleh majanews.com Bersama Media lain, Kamis (14/10/2021).

“Untuk itu, kami berpesan kepada pejabat-pejabat instansi terkait, agar melakukan tindakan tegas terhadap pelaku-pelaku yang telah membeli, menampung dan memanfaatkan tanah urug dari kegiatan Galian C Ilegal. Karena selain melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020, tentunya secara tidak langsung, kegiatan tersebut merugikan pajak Negara,” Pesan Tawi berharap.

Terpisah, Witono Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, mengamini kesalahan yang di lakukan PT GAS pengusaha kavling tersebut. menurutnya, seharusnya pihak penjual tanah kavling membeli tanah urug yang baik, dalam arti baik kan anda bisa ngartikan sendiri.

“Itu kan dibuat kerja, jadi ya yang baik-baik saja, kalau barang tidak benar ya jadinya gak benar,” tegas Kades saat dimintai keterangan di kedimannya oleh majanews.com bersama media lain, terkait pembelian tanah urug disinyalir kuat ilegal yang dilakukan oleh PT GAS penjual tanah kavling, kamis (14/10/2021).

Kades menambahkan, dirinya sebelumnya tidak tahu menehu soal proses formalnya PT GAS jual tanah kavling yang ada di Desanya, karena dia belum menjabat sebagai kepala Desa.

“Yang tahu betul itu Polo Subandi, ya Dusun Kedungmulyo, jual tanah kavling itu ikut Dusun Kedungmulyo, bukan Dusun kedungsari,” tambah Witono mantan kepala Dusun tersebut.

Perlu disampaikan, sebelumnys media ini telah menulis atas perbuatan PT GAS (GASA/penjual tanah kavling) yang menjadi pembicaraan miring oleh warga juga aktivis peduli lingkungan, dengan judul ‘Pembelian Tanah Urug Diduga Ilegal, Jual Tanah Kavling di Dusun Kedungsari Gedangan Kutorejo Jadi Sorotan Aktivis Peduli Lingkungan’. Ikuti lanjutan berita lebih menarik, hanya di majanews.com.(dak/tim)

Baca Juga :  Begini Keluhan Walimurid SMA Negeri 1 Kota Mojokerto Tentang Dana Partisipasi Belum Ada Titik Temu
Video Hasil Investigasi majanews.com, Dugaan Kuat ilegal, Tanah Urug Yang Dibeli PT GAS (Penjual Tanah Kavling) Yang Ada Didesa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.