Pembelian Tanah Urug Diduga Ilegal, Jual Tanah Kavling di Dusun Kedungsari Gedangan Kutorejo Jadi Sorotan Aktivis Peduli Lingkungan

PT. GASA. Penjual Tanah Kavling Yang Ada di Dusun Kedungsari, Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Saat dikonfirmasi, adanya Dugaan Pembelian Tanah urug Diduga ilegal. Rabu (13/10/2021).

MOJOKERTO (majanews.com) – Penjualan tanah kavling di ketahui milik Griya Asri Sentosa (GASA) di Dusun Kedungsari, Desa Gedangan, Kecamatan Kuterojo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Menjadi bahan omongan miring oleh warga juga aktivis peduli lingkungan yang ada di Mojokerto. Pasalnya, sang pemilik tanah kavling membeli tanah urug dari galian C yang disinyalir kuat ilegal.

Informasi yang masuk ke majanews.com, pihak penjual tanah kavling GASA yang ada di Dusun Kedungsari untuk menyempurnakan usahanya telah membeli tanah urug diwilayah galian C yang ada di Dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Yang di sinyalir kuat ilegal.

Tim aktivis peduli lingkungan memantau adanya mobil angkut tanah urug yang keluar dari tambang galian C yang diduga ilegal tersebut.

“Kami bersama teman-teman telah mengumpulkan rekaman video atas dugaan tersebut, jadi mohon rekan-rekan media selaku kontrol sosial memantau kegiatan yang disinyalir kuat merugikan negara tercinta ini,” tegas Aktivis yang akrab dipanggil Cak Kotel tersebut, Selasa (12/10/2021).

Lebih lanjut, pihak galian C menjual tanah urug di pengusaha tanah kavling menurutnya jelas-jelas ilegal, “karena ijin tertulis yang dipampang dilokasi galian batu andesit, tetapi yang dikeluarkan dari lokasi tanah urug,” Tegas Kotel saat mengundang majanews.com bersama media lain di kediamannya.

Kami sebagai warga Negara juga mempunyai hak, masih Aktivis tersebut, untuk membongkar adanya pelaku usaha yang diduga tidak mentaati syarat dan rukun usaha yang ada di Indonesia. Imbuh Aktivis Itu, ia juga diketahui menaungi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan (GAKK).

Baca Juga :  Diduga Tak Terdaftar, Kadisnaker Akan Segera Panggil Management PT JAPS
Tim Investgasi Telah Mendapatkan Vedio Adanya Truk Muat Tanah Urug Dari Galian C Yang Diduga Ilegal.

Terpisah, sang penjual tanah kavling PT GASA saat dikonfirmasi dirinya tidak tau menahu soal belinya tanah urug tersebut dar tanah urugnya dari galian yang bermasalah, “Kalau tahu mengapa kami berisiko, jadi kami tidak tahu, jadi dia jual kami beli,” jelas Adi, ia mengaku selaku pemasaran tanah kavling PT GASA, saat dikonfirmasi majanews.com bersama media lain di kantornya, Rabu (13/10/2021).

Ironisnya, pihak penjual tanah kavling mengatakan, adanya pembelian tanah urug yang diduga kuat ilegal, dirinya menganggap itu hanya barang sepele, “Ini kan ibarat barang kecil, kan hanya matrial, dan kita juga tidak tahu, kalau tahu bermasalah ya tidak akan kita beli,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya membeli tanah urug meliwati seseorang yang beranama Sopyan, ia pemilik tanah yang dibeli oleh pihak PT GASA, “Yang lebih tahu itu Pak Sopyan, kami pesan liwat pak Sopyan,” jelasnya.

Adì juga menjelaskan, Bos penjual tanah kavling PT GASA asal Kota Sidoarjo, “Pemiliknya Agung Budi Santosa, PT. GASA itu legal, perijinan kita mulai nol (RT, RW, red), Desa, Kecamatan, Dinas Perijinan bahkan sampai pemberitahuan ke Polda, semua sudah lengkap,” tambah Budi yang didampingi Wati, bagian pemasaran.

Masih Adi, sekali lagi saya tegaskan, pihak kita tidak mengetahui kalau tanah urug yang kita beli berasal dari tambang Galian C ilegal.

“Kalau tahu dari awal, tanah urug itu berasal dari tambang Galian C ilegal, tidak mungkin kita beli, karena, PT. GASA semua perijinan sudah lengkap alias legal,” pungkasnya. Ikuti berita lanjutan hanya di majanews.com.(dak/tim)