Razia Kos di Kota Mojokerto, Pemandu Lagu Diamankan Polisi

Petugas Polrsta Mojokerto Razia Kos, sabtu (9/10/2021).

MOJOKERTO (majanews.com) – Tempat kos yang ada di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jatim. Dirazia oleh Polresta Mojokerto. Walhasil, Petugas mengamankan pasangan bukan suami istri dari rumah kos tersebut.

Dalam catatan, ada tiga laki-laki dan empat perempuan yang diamankan dari tiga tempat kos berbeda. Di tempat kos pertama, mereka yang diamankan adalah YS (26) warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang berada di dalam kamar bersama dua teman perempuannya, DN (21) dan YL (21), dalam kutipan beritajatim.com.

Ditempat yang sama, Polisi juga mengamankan dari kamar kos lain, pasangan tersebut bukan suami istri. Yakni, OY (21), pria asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dan perempuan EP (22) warga Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Serta laki-laki berinisial KB (21) bersama teman perempuannya, WD (20) warga Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Di kamar pasangan bukan suami istri tersebut, petugas menemukan puluhan botol minuman keras (miras). Diduga kamar kos yang di geledah petugas seringkali digunakan sebagai tempat pesta miras. Guna penyelidikan lebih lanjut, tiga laki-laki dan empat perempuan bersama puluhan botol miras langsung diamankan ke Kantor Mapolresta.

Kasubbag Humas Polresta Mojokerto, Ipda MK Umam mengatakan, razia tersebut digelar setelah adanya laporan masyarakat yang resah terkait kegiatan ilegal di sejumlah rumah kos Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto tersebut.

“Banyak kamar kos yang disewakan Rp30 ribu per jam, diduga kamar kos tersebut disalahgunakan sebagai tempat asusila. Kamar kos merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi tindak asulisa dan razia akan terus kami lakukan guna mengantisipasi tindak kejahatan,” ungkapnya, Sabtu (9/10/201).

Baca Juga :  Gempor Rokok Ilegal, Bea Cukai Jatim Bersama Diskominfo Kota Mojokerto Kenalkan Kreteria Rokok Rea-Reo

Lebih lanjut, Ada tujuh orang yang diamankan petugas ke Mapolresta Mojokerto untuk menjalani proses tindak pidana ringan (tipiring). “Untuk para perempuan tersebut bekerja sebagai pemandu lagu. Mereka dijerat sanksi tindak pidana ringan Pasal 92 juncto Pasal 70 Perda Kota Mojokerto Nomor 3 Tahun 2021 tentang Trantibum ancaman tiga bulan hukuman,” tegas Humas Polresta tersebut.(tel/tim)